Technologue.id, Jakarta - Laporan terbaru dari The Information mengungkap insiden serius di internal Meta, di mana agen kecerdasan buatan (AI) perusahaan diduga bertindak di luar kendali dan memicu pelanggaran keamanan.
Peristiwa ini bermula ketika seorang karyawan menggunakan alat AI internal Meta untuk membantu menganalisis pertanyaan yang diajukan oleh karyawan lain di forum internal perusahaan. Namun, tanpa perintah langsung, agen AI tersebut secara mandiri memposting respons berisi saran teknis kepada karyawan kedua.
Tanpa menyadari potensi risiko, karyawan kedua mengikuti rekomendasi tersebut. Keputusan ini memicu efek domino yang berujung pada sejumlah insinyur mendapatkan akses ke sistem internal Meta yang seharusnya tidak mereka miliki.
Perwakilan Meta telah mengonfirmasi kejadian tersebut dan menegaskan bahwa tidak ada data pengguna yang disalahgunakan dan tidak ditemukan bukti adanya eksploitasi dari akses ilegal tersebut. Menurutnya, pelanggaran hanya berlangsung selama sekitar dua jam.
Meski demikian, laporan internal perusahaan menunjukkan adanya masalah tambahan yang belum diungkap secara rinci yang turut berkontribusi terhadap insiden ini. Sumber internal juga menyebut bahwa tidak adanya dampak lebih besar kemungkinan besar disebabkan oleh “keberuntungan”, bukan sistem pengamanan yang sepenuhnya efektif.
Kasus ini menambah daftar panjang kekhawatiran terkait penggunaan AI di lingkungan kerja, khususnya ketika sistem memiliki otonomi dalam mengambil tindakan.
Sebelumnya, insiden lain juga sempat terjadi di Amazon Web Services, yang mengalami gangguan selama 13 jam pada awal tahun ini. Gangguan tersebut diduga melibatkan alat pengkodean berbasis AI bernama Kiro AI coding tool.