Technologue.id, Jakarta – Seperti yang mungkin telah Anda ketahui, belum lama ini Twitter memblokir akun pribadi Habib Rizieq beserta dua akun resmi Front Pembela Islam (FPI). Hal ini lantas memantik beragam reaksi. Ada yang mendukung langkah Twitter tersebut, tetapi tak sedikit pula yang mengecam platform milik Jack Dorsey itu.

Terlepas dari kontroversi di atas, Twitter memiliki alasan tersendiri dalam menjalankan langkah ini.

“Dalam rangka menciptakan rasa aman dan nyaman bagi pengguna di Twitter, kami dapat menangguhkan akun yang melanggar Peraturan Twitter. Penangguhan akun terjadi berdasarkan laporan-laporan yang kami terima dari pengguna melalui prosedur pelaporan pelanggaran yang kami miliki,” begitu terang Twitter Indonesia saat dimintai keterangan oleh Technologue.id (19/01/18) terkait pemblokiran tiga akun yang terafiliasi langsung dengan salah satu organisasi massa yang sudah berdiri sejak 1998 itu.

Twitter Indonesia turut menerangkan bahwa pihaknya selalu terbuka dalam menampung laporan-laporan dari para penggunanya. Laporan yang masuk tersebut kemudian diproses secara seksama oleh tim Twitter di Amerika Serikat dan Irlandia.

“Jika terbukti melanggar Peraturan Twitter, maka sebuah akun dapat ditangguhkan,” tandas media sosial berlambang burung itu.

Sebelum menangguhkan suatu akun, Twitter mengaku akan memberi tahu pemilik akun terlebih dulu. Yang bersangkutan pun dapat melakukan banding jika merasa tidak melakukan pelanggaran.

 

Baca juga:

Habib Rizieq Mau Ambil Alih Twitter, Memang Bisa?

Tiru Facebook, Twitter Berikan Fitur Menarik Ini

Twitter Sudah Bisa Live Video Tanpa Periscope! Yuk Coba!