Technologue.id, Jakarta – Bukalapak diterpa isu Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) massal terhadap karyawannya. Nada sumir berhembus dari orang dalam perusahaan e-commerce buatan anak bangsa itu sendiri.

Salah satu sumber anonim membenarkan adanya PHK oleh manajemen startup berstatus unicorn tersebut. Hal tersebut berlaku untuk karyawan tetap dan kontrak.

Baca Juga:
Bukalapak Sediakan Fasilitas Pinjaman Online Tanpa Agunan

Sumber mengungkap belum diketahui jumlah pasti berapa banyak karyawan yang ‘dirumahkan’. Namun dikabarkan, karyawan di divisi engineer, marketing, hingga customer service Bukalapak termasuk yang menjadi ‘korban’ dari dugaan efisiensi perusahan.

Isu PHK massal ini tentu mengejutkan publik, mengingat sebagai salah satu startup dengan nilai valuasi mencapai US$1 miliar atau setara Rp 14,2 triliun, Bulakapak tentu merupakan salah satu perusahaan dalam kategori ‘sehat’ sehingga strategi efisiensi mungkin belum perlu dijalankan.

Baca Juga:
Bantu Pembiayaan UMKM, Bukalapak Luncurkan Modal Mitra

Terlebih lagi Bukalapak hendak memenangkan kompetisi di industri marketplace dengan membangun pusat riset dan pengembangan (RnD) di Bandung, yang ditargetkan beroperasi pada pertengahan tahun ini. Untuk menjebol target itu, dibutuhkan banyak engineer untuk berkarya dan berinovasi di RnD tersebut.

Selain berbagai divisi yang mengalami perampingan, Bukalapak pun dikabarkan menutup kantornya yang berada di Medan dan Surabaya.

Sampai berita ini diturunkan, redaksi Technologue.id masih menunggu konfirmasi berita PHK ini dari pihak Bukalapak secara resmi.