Baca Juga: Alibaba Bangun Data Center di Indonesia, Rudiantara Girang
New Retail adalah konsep integrasi retail daring dan luring yang diusung Alibaba untuk mendigitalisasikan operasional yang berbasis toko fisik. Dalam dua tahun terakhir, 1.200 merek telah mendigitalisasikan dan memperbarui 200.000 gerai offline menjadi 'smart stores' (gerai pintar), menggunakan konsep New Retail. Pengembangan Alibaba Operating System ini merupakan bagian dari transformasi Alibaba dari penyedia platform e-dagang menjadi perusahaan teknologi global terintegrasi. Selain itu, dengan ekspansi usaha Alibaba dari e-dagang ke berbagai usaha lain termasuk hiburan digital dan berbagai layanan lokal, kekuatan infrastruktur Alibaba telah berkembang untuk menangani aktivitas penjualan, logistik, optimasi rantai pasok (supply chain), pembayaran, pemasaran dan berbagai layanan pendukung yang semuanya menggunakan teknologi komputasi awan. Dengan kekuatan komputasi awan tersebut, infrastruktur Alibaba dapat memproses data dalam jumlah sangat besar, menghadirkan analisa dan insights yang sangat penting untuk bisa memenuhi kebutuhan pelanggan dan mengembangkan usaha secara optimal.Baca Juga: Alibaba Garap Chip AI Sendiri, Siap Beredar Tahun Depan
Alibaba akan membentuk tim terintegrasi dari berbagai platformnya untuk mensupervisi implementasi A100 yang akan dimulai dengan para mitra yang telah menggunakan ekosistem perusahaan. Program ini akan dikembangkan ke merek-merek lain yang ingin mengoptimalisasikan operasional digital mereka. Daniel Zhang, CEO Alibaba Group, mengatakan bahwa Program A100 yang didukung Alibaba Operating System ini akan menjadi layanan satu atap bagi para perusahaan untuk mengakses layanan komprehensif yang mereka butuhkan di era digital. “Dengan lebih dari 600 juta pengguna marketplace utama kami dan hampir 30 unit usaha dengan layanan khusus perusahaan, mulai dari retail berbasis digital, mobile payment, pemasaran digital, infrastruktur IT dan lainnya, Alibaba adalah mitra terdepan bagi para perusahaan lokal dan global untuk memanfaatkan peluang dari pertumbuhan konsumsi kaum menengah Tiongkok,” ujarnya. Ia berharap nantinya lebih banyak lagi perusahaan global dan lokal yang bergabung di program kemitraan strategis A100.