Technologue.id, Jakarta – Perang dagang antara Amerika Serikat dengan Tiongkok sejauh ini sudah mereda. Dan hal itu membuat salah satu perusahaan gadget asal Tiongkok, Huawei kembali diperbolehkan untuk menggunakan layanan Google. Namun tidak berhenti di situ, kini AS justru mau hentikan produksi cip untuk Huawei.

Mengutip GSMArena (18/02/20), melalui departemen perdagangan AS, pemerintah AS sudah mengajukan peraturan tentang penggunaan produk langsung terhadap perusahaan asing. Ini membuat perusahaan asing yang menggunakan teknologi dari AS harus membayar lisensi, termasuk Huawei.

Baca Juga:
Perang Dagang Mereda, Amerika Tarik Peraturan yang Menyulitkan Huawei

Dengan adanya lisensi tersebut, bukan tidak mungkin ke depannya Taiwan Semiconductor Manufacturing Company (TSMC), bakal berhenti untuk menyediakan cip bagi Huawei. TSMC sejatinya perusahaan asal Taiwan, namun bahan mentah untuk produksi cip hampir sebagian besar didapatkan dari AS.

Selama ini, Huawei bekerja sama dengan TSMC untuk memproduksi berbagai macam cip. Bahkan, chipset in-house buatan Huawei, Kirin pun diproduksi di sana. Produk ini cukup krusial lantaran berfungsi sebagai ‘otak’ utama dari banyak smartphone Huawei yang beredar di pasar.

Baca Juga:
Huawei Ingin Lepas dari Google Sepenuhnya?

Oleh karenanya, jika hal itu terjadi, bukan tidak mungkin, Huawei akan lebih sulit untuk melakukan produksi smartphone di kemudian hari. Pasalnya, meski Huawei bisa saja bekerja sama dengan pabrik lain, seluruh manufaktur cip di Tiongkok hingga saat ini masih menggunakan bahan dan mesin pembuat cip dari AS.