Baca juga:
Begini Cara Koneksikan Monitor 4K ke Windows 10
Berbeda dengan malware, trojan, ataupun worm, virus berjenis scareware sendiri menyaru sebagai sebuah aplikasi palsu yang bisa melakukan optimalisasi pada sistem operasi. Dengan iming-iming bisa mempercepat kinerja Windows, ada saja pengguna yang tertipu dan akhirnya melakukan pembayaran dengan harapan bisa menggunakan aplikasi tersebut terus menerus.Baca juga:
Microsoft Hadirkan Windows 10 Pro untuk Laptop Surface
"Kami menemukan adanya peningkatan jumlah program versi gratis yang bisa memindai berbagai jenis error, lalu menggunakan sistem alarm, dan meminta pengguna untuk membeli versi premiummnya untuk program yang sama," kata seorang tim pengembang Windows Defender, Barak Shein.Baca juga:
Ini Deretan Laptop Windows 10 Terbaru, Ada yang Cuma Rp2 Jutaan!
Microsoft sendiri mulai menyadari bahwa aplikasi-aplikasi berjenis scareware tersebut sudah mulai mengganggu pada pengguna Windows. Oleh karenanya, mereka mulai menyempurnakan Windows Defender untuk bisa mengenali aplikasi palsu yang berbahaya.