Technologue.id, Jakarta – Masih ingat dengan Google Duplex? Skill terbaru Google Assistant itu termasuk mencengangkan di era ini. Bagaimana tidak, dengan Duplex, kini asisten virtual di smartphone Anda akan dapat menelepon orang lain untuk menuntaskan request user.

Walaupun punya kehebatan yang mengagumkan, tetapi artificial intelligence (AI) itu juga bisa memicu kengerian. Robot yang bisa berbicara normal bahkan mirip seperti manusia sebentar lagi bakal hadir di antara umat manusia. Tak ayal, sebagian orang pun memprotes Google karena takut akan efek sosial dan potensi ketidaketisan yang dihasilkan teknologi Duplex.

Baca juga:

Google Duplex, AI yang Bisa Ngobrol Seperti Manusia

- Advertisement -

Google sejatinya sudah mencoba meredam konflik itu. Caranya, dengan berkomitmen untuk memberikan keterangan di awal pembicaraan Google Assistant bahwasannya yang sedang menelepon ini adalah sebuah AI.

“Kami sadar dan menghargai diskusi seputar Google Duplex – seperti yang kami katakan sejak awal, transparansi dalam teknologi itu penting,” papar juru bicara Google, seperti dikutip dari CNET.com (11/05/2018).

“Kami sedang merancang fitur ini dengan pemberitahuan built-in dan kami akan memastikan sistem kami dapat mudah diidentifikasi oleh orang lain. Apa yang kami tunjukkan di I/O hanyalah demo teknologi awal dan kami harap bisa mendapat feedback saat kami mengembangkan ini menjadi sebuah produk.”

Baca juga:

Google Assistant AI Terpintar Saat Ini, Siri Nomor Berapa?

Google juga menjanjikan untuk memberikan update dari proyeknya ini, di samping menciptakannya dalam koridor yang sesuai dengan keinginan masyarakat. Namun
Seperti yang telah redaksi singgung di artikel sebelumnya, Duplex sendiri tidak dipersiapkan untuk penggunaan yang luas, melainkan hanya untuk kepentingan terbatas. Contohnya adalah untuk memesan meja di restoran. Jika Google menepati prinsipnya ini, maka Anda tak perlu takut berlebihan Duplex akan dipakai untuk penipuan hingga tindak kejahatan.

Baca juga:

Saat Google Assistant Ditanya Soal Tuhan, Ini Jawabannya

Sementara itu, Michael Kratsios, asisten deputi presiden Amerika Serikat untuk kebijakan teknologi, menyatakan pemerintah tetap bakal memantau kecanggihan AI ini tanpa menghambatnya. Namun untuk meregulasinya, Gedung Putih akan membiarkan dulu sampai AI ini benar-benar beroperasi sepenuhnya.

“Kami tidak memotong kabel telepon sebelum Alexander Graham Bell melakukan panggilan telepon pertamanya. Kami pun tidak mengatur penerbangan sebelum Wright bersaudara lepas landas di Kitty Hawk,” tandas Kratsios, kepada CNET.com (10/05/2018).