Baca Juga: Deteksi Kanker Payudara, AI Lebih Akurat Dibanding Dokter?
Watchful juga mengklaim dapat mengaktifkan rangkaian kode tersebut untuk menguji fitur tersembunyi yang bisa memindai wajah pengguna dari berbagai sudut dan berbagai gerakan seperti berkedip, mengangguk, dan membuka serta menutup mulut. Bahayanya, cara ini memungkinkan aplikasi Tik Tok dan Douyin mengumpulkan data untuk memanipulasi wajah orang lain dalam berbagai adegan dan situasi. Deepfake bisa disalah gunakan untuk membuat video atau foto palsu dari tokoh-tokoh berpengaruh. Menanggapi hal itu, TikTok sendiri membantah adanya deepfake maker dalam aplikasinya dan menyatakan tidak berencana meluncurkannya. sementara itu, Douyin tidak memberikan tanggapan apakah fitur tersebut akan diluncurkan atau tidak.Baca Juga: Teknologi AI Bisa Bantu Cari Alien?
Kedua aplikasi tersebut bukan satu-satunya yang menunjukan ketertarikan pada teknologi deepfake, diketahui Snapchat juga tengah menguji fitur serupa yang diberi nama Cameos bahkan berencana segera dirilis secara global.