Contact Information

Alamat: Komplek Rumah Susun Petamburan Blok 1 Lantai Dasar, Tanah Abang - Jakpus 10260

We're Available 24/ 7. Call Now.
Apple Berkomitmen Gunakan Kobalt Daur Ulang Untuk Produknya
SHARE:

Technologue.id, Jakarta - Apple telah mengumumkan rencananya untuk menggunakan lebih banyak logam daur ulang dalam produk-produknya. Pada tahun 2025, Apple berjanji akan menggunakan 100 persen kobalt daur ulang dalam rancangan baterai mereka.

Pada tahun yang sama, magnet pada perangkat Apple akan mengandung logam tanah jarang (LTJ) yang sepenuhnya daur ulang. Sementara itu, papan sirkuit yang dirancang oleh Apple juga akan menggunakan solder timah dan gold plating yang sepenuhnya didaur ulang.

Baca Juga:
Sudah Kantongi Paten, Apple Akan Tambahkan Kamera di HomePod?

Industri teknologi telah lama menjadi sorotan karena konsumsi bahan tambang berlebihan yang merugikan manusia dan lingkungan. Apple dan perusahaan teknologi lainnya tengah menghadapi tuduhan pelanggaran hak asasi manusia di sepanjang rantai pasokan kobalt yang dikenal sebagai "berlian darah dari baterai".

Investigasi yang dilakukan oleh Amnesty International dan Sky News pada tahun 2016 dan 2017 mengungkapkan bahwa terdapat anak-anak yang bekerja dalam kondisi berbahaya demi menambang kobalt yang kemungkinan masuk ke produk Apple dan produk elektronik lainnya. Tesla dan beberapa perusahaan teknologi lainnya sempat menghadapi gugatan atas tuduhan kerja paksa anak pada tahun 2019, namun pengadilan federal membatalkan kasus tersebut pada tahun 2021.

Apple menyatakan dalam siaran pers yang diposting di situs webnya pada Kamis lalu (13/04) bahwa "Apple memperoleh mineral utama secara bertanggung jawab, selalu bekerja untuk meningkatkan standar bagi diri kami sendiri dan industri." Perusahaan mengatakan bahwa mereka telah bekerja sama dengan Material Recovery Lab di Austin, Texas, untuk meneliti cara menggunakan lebih banyak bahan pada produk-produknya.

Baca Juga:
Adu Spek dan Harga Apple HomePod Mini vs Google Nest Audio

Pada tahun 2018, Apple memperkenalkan robot daur ulang iPhone-nya, Daisy, untuk pertama kalinya. Sejak itu, sekitar 11.000 kilogram (sekitar 24.251 pound) kobalt telah dipulihkan dari baterai yang diekstraksi oleh Daisy. Robot ini juga dapat memulihkan unsur tanah jarang yang sebaliknya akan hilang dalam daur ulang elektronik yang lebih tradisional, kata Apple.

Apple memperkenalkan robot daur ulang iPhone-nya, Daisy, untuk pertama kalinya pada tahun 2018. Sejak itu, sekitar 11.000 kilogram (sekitar 24.251 pon) cobalt telah dipulihkan dari baterai yang diekstraksi oleh Daisy. Dilansir dari laman Apple, robot itu juga mampu memulihkan LTJ yang sebaliknya akan hilang dalam daur ulang elektronik yang lebih tradisional.

Pada tahun lalu, seperempat dari semua cobalt yang digunakan dalam produk Apple berasal dari bahan daur ulang. Persentase LTJ dalam produknya meningkat dari 45 persen menjadi 73 persen dari 2021 hingga 2022. Sementara itu, timah daur ulang menyumbang 38 persen dari timah yang digunakan oleh perusahaan tersebut tahun lalu. Apple tidak membagikan angka spesifik untuk emas, tetapi mereka menyatakan bahwa mereka telah memperluas penggunaan logam mulia daur ulang dari papan logika utama iPhone 13 ke lebih banyak komponen di iPhone 14 dan produk-produk lainnya.

Tentu saja, dengan adanya peningkatan dalam penggunaan material daur ulang, Apple berharap dapat mengurangi penggunaan bahan-bahan yang diperoleh melalui penambangan. Seperti yang diketahui, penambangan sangat merusak lingkungan dan bahkan dapat menyebabkan pelanggaran hak asasi manusia. Banyak orang yang bekerja dalam kondisi yang sangat berbahaya untuk menambang logam seperti kobalt, yang pada akhirnya digunakan dalam produk-produk elektronik, termasuk produk-produk Apple.

Meskipun penggunaan bahan-bahan daur ulang merupakan suatu kemajuan dalam industri teknologi, masih ada banyak hal yang dapat dilakukan untuk mengurangi dampak lingkungan dari produk-produk elektronik. Hal-hal seperti memperpanjang masa pakai produk dengan memperbaiki perangkat, dan menjual produk bekas, dapat membantu mengurangi limbah elektronik. Dengan adanya inovasi dan perhatian terhadap masalah lingkungan, industri teknologi dapat mencapai tujuan yang lebih berkelanjutan.

SHARE:

Elon Musk Resmikan Operasional Starlink di Indonesia

Android 15 Tawarkan Peningkatan Waktu Siaga Baterai Hingga 3 Jam