Baca juga:
Nintendo Labo, Mainan Canggih Khusus Anak-anak Super Kreatif
Faktanya, dari riset yang dilakukan Kaspersky Lab, tak semua gamer sadar untuk mengamankan akunnya dari orang-orang iseng. Hanya 5 persen gamer yang merasa akun game online termasuk tiga akun online milik mereka yang memerlukan password terkuat. Dengan password seadanya atau "template", maka kemungkinan untuk dijebol dengan mudah pun jadi makin besar. Padahal, industri game berpotensi menguntungkan bagi penjahat siber. Soalnya, akun game online yang berhasil mereka retas bisa laku dijual di pasar gelap. Akun game online sendiri umumnya berisi informasi sensitif, misalnya nomor kartu bank dan password-nya. Selain data-data sensitif dan pribadi, korban yang akun game onlinenya diretas juga dapat terpengaruh emosionalnya. Kehilangan akses ke game favorit mereka, baik untuk sementara atau selamanya, investasi waktu yang mereka luangkan untuk memainkannya serta besar uang yang mereka habiskan di game online adalah kerugian lainnya.Baca juga:
Game Age of Empires Versi 4K Segera Hadir
"Gamer online - baik amatir dan profesional - dapat dipahami bila mereka merasa khawatir jika akun mereka diretas, atau tidak dapat mengakses akun mereka apabila lupa passwordnya," ungkap Andrei Mochola, Head of Consumer Business Kaspersky Lab. "Namun, hanya dengan melakukan tindakan pencegahan yang tepat dan menggunakan password yang kuat dan unik, pengguna akan merasa yakin bahwa akun berharga mereka dilindungi dan semua usaha mereka tidak sia-sia," tambahnya pada redaksi (22/01/2018).Baca juga:
Beda Tipis, Indonesia Gagal Jadi Juara Acer APAC Predator League 2018
Adapun langkah antisipatifnya, seperti hanya menggunakan password dengan kompleksitas tinggi atau memanfaatkan aplikasi Password Manager yang banyak ditawarkan. Semoga informasi ini dapat membuat Anda terutama para gamer jadi lebih waspada.