Technologue.id, Jakarta – Makin banyaknya layanan yang bisa dinikmati di dunia maya, sebenarnya juga makin membuka peluang bagi pihak-pihak tak bertanggung jawab untuk memanfaatkannya. Kini, tak cuma kartu kredit ataupun akun layanan transportasi online, gamer pun tengah jadi incaran para hacker.

Belum lama ini, Kaspersky mendapati serangan cyber terhadap platform Xbox dan PlayStation. Walau belum masif, serangan ini amat potensial merugikan banyak orang. Pasalnya, pengguna game online global, termasuk Steam, PlayStation Network dan Xbox Live, diperkirakan berjumlah antara 2,2 hingga 2,6 miliar dan masih akan terus bertambah.

Baca juga:

Nintendo Labo, Mainan Canggih Khusus Anak-anak Super Kreatif

- Advertisement -

Faktanya, dari riset yang dilakukan Kaspersky Lab, tak semua gamer sadar untuk mengamankan akunnya dari orang-orang iseng. Hanya 5 persen gamer yang merasa akun game online termasuk tiga akun online milik mereka yang memerlukan password terkuat. Dengan password seadanya atau “template”, maka kemungkinan untuk dijebol dengan mudah pun jadi makin besar.

Padahal, industri game berpotensi menguntungkan bagi penjahat siber. Soalnya, akun game online yang berhasil mereka retas bisa laku dijual di pasar gelap. Akun game online sendiri umumnya berisi informasi sensitif, misalnya nomor kartu bank dan password-nya.

Selain data-data sensitif dan pribadi, korban yang akun game onlinenya diretas juga dapat terpengaruh emosionalnya. Kehilangan akses ke game favorit mereka, baik untuk sementara atau selamanya, investasi waktu yang mereka luangkan untuk memainkannya serta besar uang yang mereka habiskan di game online adalah kerugian lainnya.

Baca juga:

Game Age of Empires Versi 4K Segera Hadir

“Gamer online – baik amatir dan profesional – dapat dipahami bila mereka merasa khawatir jika akun mereka diretas, atau tidak dapat mengakses akun mereka apabila lupa passwordnya,” ungkap Andrei Mochola, Head of Consumer Business Kaspersky Lab.

“Namun, hanya dengan melakukan tindakan pencegahan yang tepat dan menggunakan password yang kuat dan unik, pengguna akan merasa yakin bahwa akun berharga mereka dilindungi dan semua usaha mereka tidak sia-sia,” tambahnya pada redaksi (22/01/2018).

Baca juga:

Beda Tipis, Indonesia Gagal Jadi Juara Acer APAC Predator League 2018

Adapun langkah antisipatifnya, seperti hanya menggunakan password dengan kompleksitas tinggi atau memanfaatkan aplikasi Password Manager yang banyak ditawarkan. Semoga informasi ini dapat membuat Anda terutama para gamer jadi lebih waspada.