Technologue.id, Jakarta – Samsung secara resmi mengkonfirmasi bahwa mereka harus menutup sementara salah satu pabriknya di Korea Selatan setelah ramai penyebaran virus Corona. Menurut juru bicara perusahaan, pabrik yang berlokasi di Gumi, akan ditutup setidaknya hingga 25 Februari 2020.

Dilansir dari GizChina (23/2/2020), tidak hanya menutup operasional pabrik, mereka juga harus menerapkan langkah-langkah keamanan, seperti karantina beberapa karyawan yang melakukan kontak langsung dengan individu yang dites positif terkena virus mematikan tersebut.

Baca Juga:
Virus Corona Ternyata Punya Dampak Positif

Meskipun sebagian besar pabrik Samsung berlokasi di Vietnam dan India, namun pabrik Gumi ini memiliki fasilitas lain yang bertanggung jawab untuk produksi prosesor dan display di wilayah Korea Selatan. Pabrik di Gumi City juga memproduksi sebagian kecil dari produksi Galaxy Z Flip. Terlepas dari kejadian ini, Samsung telah mengkonfirmasi bahwa pabrik yang tersisa akan terus berfungsi dengan kapasitas penuh.

Galaxy Z Flip terjual dengan cepat setelah rilis online dan sejak itu sulit bagi konsumen untuk menemukannya. Pada hari Kamis (20/2), Samsung mengklaim smartphone layar lipat ini masih tersedia di “retailer dan toko operator tertentu di seluruh negeri.” Namun, masih banyak calon pembeli yang kesulitan mendapatkan Galaxy Z Flip.

Baca Juga:
Industri Teknologi Mulai ‘Terinfeksi’ Virus Corona?

Namun, ada kemungkinan bahwa mereka akan menghadapi beberapa kesulitan lagi, karena kasus infeksi Coronavirus di Korea Selatan terus meningkat secara eksponensial. Saat ini, tercatat ada 433 kasus infeksi disertai 2 kematian dan 16 pemulihan yang berhasil di Negeri Ginseng tersebut.

Coronavirus terus menghadirkan dirinya sebagai ancaman serius bagi pasar smartphone. Setelah bertanggung jawab untuk membatalkan pameran teknologi seluler terbesar di dunia (MWC 2020), wabah Coronavirus terus mengancam evolusi pasar ponsel pintar.