Baca juga:
Bingung Sama Aturan Ganjil-Genap? Langsung Buka Waze Saja!
Apolong memiliki ukuran sekitar sepertiga dari ukuran bus normal dengan 14 dudukan kursi. Bersifat otonom, Apolong tidak memiliki kemudi, kursi pengemudi, dan akselerator atau rem. Mini-bus ini akan beroperasi di tempat-tempat wisata dan bandara. Apolong akan segera digunakan secara komersial di beberapa kota termasuk Beijing, Guangzhou, Shenzhen, dan megacity Xiong'an.Baca juga:
Ini Detik-detik Mobil Otonom Uber Tabrak Wanita Hingga Tewas
Setelah China, Apolong juga akan memasuki pasar swadaya Jepang awal tahun depan, sebagai bus antar-jemput di pusat pembangkit tenaga nuklir di Tokyo untuk mengangkut orang-orang tua di komunitas lokal. Kendaraan memiliki otomatisasi "level keempat" sebagaimana didefinisikan oleh Society of Automotive Engineers, yang berarti Apolong dapat beroperasi di dalam lokasi tertutup tanpa kendali tangan manusia. Teknologi ini merupakan salah satu level yang paling tinggi, di mana kendaraan dapat beroperasi di mana saja di jalan. "Saya menggunakan mobil self-driving untuk datang ke konferensi developer tahun lalu, dan akhirnya mendapatkan tiket di jalan lingkar lima (Beijing)," kata Li.Baca juga:
Baidu, yang sering dijuluki sebagai Google China, telah berinvestasi banyak dalam layanan mulai dari pembayaran online hingga perangkat yang terhubung (IoT) dan kecerdasan buatan (AI). "Di masa lalu, China mengekspor komoditas murah ke dunia. Di masa depan, Cina akan mengekspor teknologi AI ke dunia," kata Li pada konferensi developer AI tahunan. Di acara itu, perusahaan juga mengumumkan chip AI baru yang disebut Kunlun, yang dapat mendukung berbagai aplikasi AI termasuk pengenalan suara, pemrosesan bahasa alami dan mengemudi otonom.