Technologue.id, Jakarta – Gelagat Microsoft untuk mendukung komunitas open source makin nyata. Setelah mengakuisisi GitHub Juni lalu, kini raksasa Redmond itu mengumumkan secara resmi telah bergabung dengan Open Invention Network (OIN), sebuah grup paten open source yang didedikasikan untuk melindungi Linux dari gugatan hukum.

Baca juga:

Microsoft Distribusikan Lagi Windows 10 Versi Oktober 2018

“Kami tahu keputusan Microsoft untuk bergabung dengan OIN dapat dipandang mengejutkan bagi sebagian orang; bukan rahasia lagi bahwa telah ada gesekan di masa lalu antara Microsoft dan komunitas open source atas masalah paten,” jelas Erich Andersen, Corporate Vice President, mewakili Microsoft (10/10/2018).

“Bagi Anda yang mengikuti evolusi kami, kami berharap pengumuman ini akan dipandang sebagai langkah logis berikutnya bagi kami yang mendengarkan pelanggan dan pengembang sekaligus menunjukkan komitmen kuat untuk Linux dan program sumber terbuka lainnya.”

- Advertisement -

Baca juga:

OS Windows 95 Kini Jadi Aplikasi Mungil, Ayo Nostalgia!

Dengan bergabungnya Microsoft ke OIN, mereka pun membebaslisensikan 60 ribu patennya. Microsoft sendiri mengklaim walaupun pihaknya merupakan korporasi, tetapi sudah menjadi salah satu kontributor besar di ranah open source, misalnya dengan membebaslisensikan NET Core, TypeScript, VS Code, dan Powershell.

Baca juga:

Fitur Baru Windows 10 Ini Bisa Bikin Pengguna Android Makin Nyaman

Microsoft dan Linux sendiri memiliki sejarah konflik yang panjang, setidaknya mulai tahun 90-an. Di tahun 2000-an, hubungan keduanya makin tegang setelah CEO Microsoft kala itu, Steve Ballmer, menyebut bahwa Linux tak ubahnya “kanker” bagi Microsoft karena sifatnya yang open source. Setelah tongkat estafet kekuasaan beralih ke Satya Nadella, pelan-pelan Microsoft dan Linux mulai rujuk.