Technologue.id, Jakarta – Menutup akhir tahun 2019, LinkAja sebagai alat pembayaran elektronik nasional mengalami perkembangan signifikan. Salah satunya ada peningkatan dari sisi pengguna terdaftar yang telah mencapai lebih dari 40 juta, sejak meluncur resmi pada bulan Juli lalu.

“Kami sangat bersyukur dengan pencapaian yang telah kami raih. Tujuan kami untuk mengedukasi masyarakat di seluruh daerah di Indonesia mengenai pentingnya bertransaksi secara digital, pelan tapi pasti semakin terwujud berkat adanya kerja sama dengan berbagai pihak lintas sektor,” kata Danu Wicaksana, Direktur Utama LinkAja.

Baca Juga:
Resmi Diluncurkan, Berikut Fitur-fitur Unggulan LinkAja

Hal ini terbukti dengan meningkatnya jumlah transaksi sebanyak lima kali lipat sejak beroperasi pada bulan Februari 2019. 82% pengguna LinkAja pun tersebar di luar Jakarta, dengan 52% pengguna berada di luar pulau Jawa seperti kota-kota di Sumatera bagian utara, Sumatera bagian tengah, dan Sulawesi.

“Tentu saja pertumbuhan pengguna di berbagai wilayah ini merupakan hasil dari peningkatan penyediaan akses keuangan digital yang tersebar di seluruh Indonesia,” ujar Danu.

Sejak terbentuk, LinkAja memiliki positioning, visi, dan misi yang berbeda dengan uang elektronik lainnya. Tak hanya bermain pada kebutuhan gaya hidup, LinkAja berfokus kepada upaya pemenuhan kebutuhan esensial masyarakat Indonesia mulai dari pembayaran tagihan, transportasi, BBM, telekomunikasi melalui pembelian pulsa, hingga pembayaran donasi.

LinkAja pun semakin gencar melakukan kerja sama dengan beragam pihak baik Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah, Badan Usaha Milik Negara, hingga berbagai perusahaan swasta, untuk menciptakan ekosistem holistik yang dapat memperluas adopsi penggunaan uang elektronik dalam memenuhi kebutuhan esensial.

Baca Juga:
Gaet Pengguna, LinkAja Enggan ‘Bakar Duit’

Pada akhir tahun 2019 ini, LinkAja juga semakin mengukuhkan posisinya sebagai uang elektronik yang dapat digunakan di berbagai moda transportasi publik, mulai dari KRL Jabodetabek, Gojek, kereta api KAI antar kota, bus Damri, taksi Bluebird, Railink, Garuda/Citilink, dan berbagai transportasi lokal seperti Trans Lampung, Trans Semarang, dsb.

Edukasi dan ajakan bertransaksi secara digital pun terus dilakukan dengan menggandeng lebih dari 250,000 merchant. Tak hanya itu, untuk mempermudah masyarakat dalam melakukan pembayaran digital, LinkAja telah bekerjasama dengan beberapa pihak untuk menjadi sumber pengisian dana/ saldo di beberapa aplikasi nasional seperti Gojek, Bluebird Group, Damri, Tokopedia, Bukalapak, Blibli, dan masih banyak lagi.

“Kami harap LinkAja tidak hanya berperan untuk mengedukasi masyarakat, tetapi juga menjadi solusi bagi permasalahan peningkatan literasi dan inklusi keuangan di Indonesia,” tutur Danu.