Baca juga:
Antara Go-Jek, Grab, dan Uber, Mana Favorit Pengguna Android Indonesia?
Redaksi Technologue.id lantas mencoba mengonfirmasi kebenaran informasi ini. Namun saat menghubungi salah satu perwakilan Go-Jek (19/01/2018), ia menyatakan, "Kami tidak dapat memberikan konfirmasi terkait rumor", yang bisa jadi itu hanyalah respons standar terhadap kabar-kabar yang belum dilontarkan secara resmi oleh Go-Jek sendiri atau memang kabar investasi ini hanyalah rumor semata.Baca juga:
Go-Jek Kini Sejajar dengan Apple dan Microsoft
Ini bukan kali pertama Go-Jek tak bersikap gamblang saat dikonfirmasi perihal investasi yang mereka terima. Mei 2017 lalu, contohnya, dikabarkan startup yang berkontestasi dengan Grab dan Uber di sini itu telah mendapatkan tambahan pendanaan di atas Rp15 triliun. Sayangnya, CEO dan co-founder Go-Jek yang waktu itu ditemui Technologue.id di kantornya langsung pun enggan berkomentar.Baca juga:
Go-Jek: Ojek Bule Bukan Mitra Kami!
Namun sebelumnya, Go-Jek pernah disuntik oleh investasi senilai Rp7,2 triliun pada Agustus 2016 lalu. Yang ini, Go-Jek mengakui kalau mendapat kucuran dana dari konsorsium global yang beranggotakan KKR, Warburg Pincus, Farallon Capital, Capital Group Private Markets, plus beberapa pemegang saham Go-Jek sekarang (di antaranya Northstar Group, NSI Ventures, dan Rakuten Ventures) juga sejumlah investor internasional