Technologue.id, Jakarta – Tiga industri perbankan berhasil memenangkan iCIO Awards, sementara satu penghargaan lain diraih oleh Jakarta Smart City, Pemerintah DKI Jakarta. Ketiga perbankan yang mendominasi penghargaan tersebut adalah Bank CIMB Niaga, Bank Mandiri dan Bank Negara Indonesia.

iCIO Awards adalah program penghargaan bagi para CIO dan eksekutif di bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang terbukti dalam menghadirkan value terbaik TIK dan memberi pengaruh positif terhadap kinerja organisasi dan perusahaannya. Pada tahun ini penghargaan tersebut juga diberikan kepada Chief Executive Officer (CEO) yang mendorong dan mendukung CIO dalam meningkatkan pemanfaat TIK demi mencapai tujuan organisasi.

Baca juga:

NetApp: Ini 5 Trend IT di Tahun 2018

- Advertisement -

Berikut ini adalah Para Pemenang iCIO Awards 2018

  • Rico Usthavia Frans, Director Digital & Technology  PT Bank Mandiri Tbk sebagai The Most Influential CIO
  • Dadang Setiabudi, SEVP Information Technology PT. Bank Negara Indonesia Tbk sebagai The Most Innovative CIO
  • Setiaji, Kepala Unit Jakarta Smart City, Pemerintah DKI Jakarta sebagai The Most Intelligent CIO.
  • Tigor M. Siahaan, CEO PT Bank CIMB Niaga Tbk sebagai The Most Inspiring CEO 2018

Dewan juri yang menyeleksi pemenang iCIO Awards 2018 tersebut terdiri dari Hasnul Suhaimi, Executive Coach dan Mantan CEO PT XL Axiata; Prihadiyanto, Managing Director of Accenture Indonesia; Hendra Godjali, Partner & Service Line Leader Advisory Ernst & Young Indonesia; Najwa Shihab, Jurnalis dan Mantan Presenter Metro TV dan Arif Budisusilo, News Director of Bisnis Indonesia.

Baca juga:

CTI IT Infrastructure Summit 2018 Fokus Pada Blockchain

Penganugerahan iCIO Awards 2018 dari iCIO Community diselenggarakan di acara CTI IT Infrastructure Summit 2018 di Ballroom Hotel Ritz Carlton, Pacific Place, Jakarta. Berkenaan dengan tema “Blockchain: The Next Digital Revolution in Every Industry” yang diusung konferensi tersebut, para peraih penghargaan tersebut pun memberikan pendapatnya mengenai penerapan blockchain.

“Blockchain merupakan teknologi yang bisa dipakai untuk meningkatkan persaingan kami. Di Bank Mandiri kami melakukan digitization baik proses internal maupun eksternal. Kami juga menyiapkan diri untuk berkolaborasi dengan pihak-pihak lain di luar perbankan sehingga infrastruktur, nasabah, kepercayaan dan hal-hal lain yang dimiliki bisa kami share dalam bentuk value exchangeI kepada pemain-pemain lain dengan mudah dan cepat, efisien dan aman. Hal ini bisa dilakukan dalam bentuk API dan lain sebagainya,” ucap Rico Usthavia Frans, Director Digital & Technology PT. Bank Mandiri Indonesia.

Sementara itu Dadang Setiabudi, SEVP Information Technology PT. Bank Negara Indonesia Tbk mengatakan bahwa saat  ini blockchain belum mature, tetapi jika sudah mature tentunya semua bank akan menggunakan teknologi ini. “Tantangan kita adalah dalam membangun ekosistem agar blockchain  dapat diterapkan di perbankan,” lanjutnya.

Baca juga:

Samsung Kembangkan Perangkat untuk Menambang Bitcoin

“Perubahan dari segi teknologi tak ada habisnya. Saat ini blockchain sedang menjadi tren. Tetapi tak lantas kita semua langsung menerapkan blockchain karena banyak hal yang harus diikuti dari segi pendekatan, inovasi, platform dan pemikiran. Berdasarkan lembaga riset Gartner saja nilai komersial dari penerapan blockchain sendiri baru akan terlihat pada tahun 2023,” ucap Tigor M. Siahaan, CEO PT Bank CIMB Niaga Tbk.