Kekayaan Cook memang mengesankan, namun sebenarnya masih kalah telak dari nilai harta Jeff Bezos, CEO Amazon, yang menduduki puncak daftar dengan perolehan US$ 187 miliar, diikuti oleh mantan CEO Microsoft Bill Gates dengan US$ 121 miliar, dan Mark Zuckerberg dari Facebook dengan US$ 102 miliar.
Baca Juga:
Nilai Valuasi Apple Tembus Rp 21 Ribu Triliun
CEO Tesla Elon Musk juga 'nimbrung' dalam daftar 10 besar, dengan mengantongi US$ 68,7 miliar.
Alasan Tim Cook menjadi salah satu petinggi perusahaan teknologi istimewa dalam status miliarder ini adalah ia bukan seorang founder Apple. Pasalnya, jarang sekali CEO non-founder menjadi miliarder.
Namun kegigihan Cook sukses membangun Apple menjadi perusahaan publik paling berharga di dunia, sehingga mengalahkan perusahaan minyak milik negara Arab Saudi pada Juli ini.
Baca Juga:
Pangsa Pasar Apple dan Xiaomi Turun di Semester 1 2020
Cook menghabiskan waktu bertahun-tahun di perusahaan tersebut dan membangun kembali rantai pasokannya menggunakan prinsip-prinsip manufaktur "just-in-time", seperti mengurangi inventaris, setelah Steve Jobs mempekerjakannya dari Compaq untuk menjadi COO Apple.
Pria berusia 59 tahun itu telah mengambil pendekatan yang lebih terukur dan hati-hati daripada pendahulunya, sehingga tak ayal pendapatan dan laba Apple meningkat lebih dari dua kali lipat sejak dia menjadi CEO.