Technologue.id, Jakarta – Donald Trump memang baru terpilih sebagai presiden Amerika Serikat. Namun tampaknya, persaingan perebutan kursi AS 1 berikutnya sudah dimulai, walau tak secara formal. Terbukti, sempat terdengar isu bahwa CEO Facebook, Mark Zuckerberg, diyakini akan terjun ke ranah politik dan bertarung di pemilu AS 2021.

Saat dikonfirmasi oleh Buzzfeed (25/01/17), pencipta jejaring sosial terpopuler di dunia itu lantas membantah rumor tersebut. Ia mengaku lebih tertarik menjalankan bisnisnya sekarang di industri teknologi dan mengembangkan organisasi amal yang ia inisiasi bersama istri.

“Tidak. Saya fokus untuk membangun komunitas kami di Facebook dan bekerja untuk Chan Zuckerberg Initiative,” tegas bapak satu anak itu.

Spekulasi bahwa bos Facebook itu ingin menjadi calon presiden tak muncul begitu saja. Dari kabar burung yang terdengar belakangan, ada tanda-tanda ke arah sana.

Pertama, ia diduga tengah berkampanye dengan menyatakan resolusinya tahun ini adalah mengunjungi dan bertemu masyarakat di sekitar 30 negara bagian AS.
Selain itu, di ujung 2016 lalu, ia juga mengklaim dirinya tak lagi seorang ateis. Sebab, suatu hal yang terbukti secara historis bahwa tidak ada presiden AS yang tidak mempercayai suatu agama.

Dari struktur organisasi Facebook sendiri pun ada perubahan. Restrukturisasi ini mengizinkan Zuck untuk tetap bisa mengontrol perusahaannya meskipun ia memberikan ekuitas atau turun dari jabatannya selama dua tahun untuk memuluskan jalan menuju karirnya di politik.

Sebelumnya, Zuck sempat memberikan komentar terkait kemenangan Donald Trump. Lewat akun Facebook pribadinya, ia menumpahkan keprihatinannya terkait kesejahteraan umat manusia di masa yang akan datang, mulai dari kesehatan hingga kesempatan untuk berjejaring.

 

Baca juga:

Bos Facebook Beli Startup Kemanusiaan, Bukan untuk Kenalan

Tak Mau Didenda Miliaran Rupiah, Facebook Uji Fitur Anti-Hoax

Terbukti, Apple Lebih ‘Hijau’ dari Google dan Facebook!