Technologue.id, Jakarta – Pendiri Foxconn, Terry Gou, mengatakan bahwa Apple harus segera memindahkan produksinya ke luar Cina, Bloomberg melaporkan.

“Saya mendesak Apple untuk pindah ke Taiwan,” kata Gou dalam menanggapi pertanyaan tentang apakah Apple akan memindahkan produksi dari China. “Saya pikir itu sangat mungkin.”

Foxconn merupakan salah satu mitra manufaktur utama Apple, yang memproduksi banyak model iPhone di Zhengzhou, Cina. Selain itu, hanya perusahaan ini mempunyai kapasitas produksi yang mampu memenuhi kebutuhan Apple. Komentar itu muncul pada hari yang sama ketika Gou mengonfirmasi bahwa dia akan mengundurkan diri dari perannya sebagai petinggi Foxconn, efektif per 1 Juli.

Baca Juga:
Penjualan iPhone Memburuk, Pabrik Foxconn Pecat Puluhan Ribu Buruh

Perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dengan China nampaknya membuat susah banyak perusahaan. Termasuk Foxconn yang memproduksi iPhone untuk Apple. AS memberlakukan tarif baru kenaikan sebesar 25 persen untuk produk yang berasal dari China. Hal ini berdampak pada harga iPhone dan iPad yang diproduksi Foxconn di China.

Ancaman biaya administrasi senilai US$300 atas barang-barang Cina yang masuk ke AS, termasuk ponsel dan laptop telah membuat spekulasi Apple akan memindahkan sebagian kapasitas produksinya dari China.

Hon Hai, pemasok terbesar Apple yang pabrik-pabriknya di Cina, dikenal merakit sebagian besar iPhone dari kota Zhengzhou di Cina tengah. Hon Hai saat ini menjadi bagian dari perusahaan swasta terbesar di Cina yang mengupah satu juta pekerja migran untuk membuat banyak produk, mulai dari iPhone hingga laptop.

Baca Juga:
Huawei Dilarang di AS, Apa Yang Terjadi Bila China Tolak iPhone?

Di sisi lain, pergeseran manufaktur yang signifikan dari Cina ke Taiwan juga dapat memperburuk ketegangan antara kedua pemerintah, terlebih karena pemerintah Cina masih menganggap Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya.

Perusahaan-perusahaan Taiwan yang merakit sebagian besar elektronik dunia sekarang memperluas atau mengeksplorasi pabrik di Asia Tenggara dan di tempat lain untuk menghindari tarif hukuman untuk barang-barang yang terikat di AS. Namun sebagian besar kemampuan mereka tetap berakar di Cina.

Di lain pihak, Apple sendiri mulai menginstruksikan untuk pemindahan produksi ke luar China. Nikkei mengabarkan bahwa Apple telah meminta kepada para pemasoknya untuk menghitung implikasi pemindahan 15-30 persen kapasitas produksinya dari Cina ke Asia Tenggara.