BRTI Blokir Nomor Call Center Abal-abal di ATM

Technologue.id, Jakarta- Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) telah memblokir nomor kartu SIM telepon seluler yang terindikasi disalahgunakan untuk penipuan dengan cara memanipulasi nomor customer service bank pada mesin anjungan tunai mandiri (ATM).

- Advertisement -

Respon cepat itu diambil BRTI setelah menerima aduan masyarakat dan melakukan pemantauan terhadap peredaran video yang viral dalam berbagai grup WhatsApp (WA). Video itu berisi tentang manipulasi nomor customer service pada ATM salah satu Bank BUMN di wilayah Banyuwangi, Jawa Timur.

“Setelah beberapa hari terakhir beredar viral dalam berbagai grup WA, soal video indikasi penipuan itu, kami ingin cepat tanggap terhadap pengaduan masyarakat,” tegas Ketua BRTI Ismail melalui keterangan tertulis, Kamis (3/1/2019).

Baca Juga:
Waspada Penipuan Atas Nama Telkomsel, Ini Ciri-cirinya

Menurut Ismail yang juga menjabat Direktur Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika Kementerian Kominfo, langkah cepat diambil sebagai salah satu bentuk perlindungan terhadap masyarakat.

“BRTI telah melakukan koordinasi dengan bank cabang setempat serta dengan operator seluler. Dalam waktu kurang dari 24 jam sejak masuknya pengaduan, nomor yang diindikasikan melakukan penipuan tersebut telah diblokir oleh operator telekomunikasi yang bersangkutan,” jelas Ismail.

Dia menjelaskan, dasar pemblokiran sesuai dengan Ketetapan (TAP) BRTI Nomor: 04 Tahun 2018 tentang Penanganan Pengaduan Penyalahgunaan Jasa Telekomunikasi, Ketetapan itu berlaku terhitung sejak tanggal 10 Desember 2018.

“Penyalahgunaan jasa telekomunikasi tersebut perlu ditangani dengan cepat dan terintegrasi sehingga kepercayaan masyarakat terhadap tujuan dan manfaat dari proses registrasi pelanggan jasa telekomunikasi terjaga dengan baik dengan tidak mengabaikan hak-hak pelanggan jasa telekomunikasi,” jelasnya.

Baca Juga:
Ada Bug, Ponsel Samsung Kirim SMS Foto Tanpa Disadari Pengguna

TAP BRTI Nomor 4/2018 yang dikeluarkan tanggal 30 November 2018 itu mengatur sanksi atas penyalahgunaan jasa telekomunikasi oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

Untuk perlindungan pengguna jasa telekomunikasi, BRTI dan Kementerian Kominfo mengimbau kepada seluruh pengguna jasa yang mengetahui atau mengalami penipuan untuk segera melakukan pengaduan ke BRTI melalui helpdesk atau akun twitter @aduanBRTI.

Pelanggan jasa telekomunikasi dapat melaporkan panggilan dan/atau pesan yang bersifat mengganggu dan/atau tidak dikehendaki (spam call and/or message), termasuk yang diindikasikan penipuan dalam berbagai bentuknya. Baik itu berupa permintaan untuk segera mengurus pembayaran transaksi tertentu, transfer uang atau informasi pelanggan menjadi pemenang kuis/undian.

Latest News

Aplikasi Good Doctor Sajikan Solusi Layanan Kesehatan Komplit

Technologue.id, Jakarta - Good Doctor Technology Indonesia resmi meluncurkan aplikasi mandiri Good Doctor. Sebelumnya, Good Doctor terintegrasi dalam aplikasi Grab.

Tips Sortir Foto dan Video WhatsApp agar Memori Handphone Tak Cepat Penuh

Technologue.id, Jakarta -  Aplikasi messenger lintas platform, WhatsApp Messanger, menjadi salah satu aplikasi yang dominan digunakan oleh masyarakat saat ini.

Fitur Grup Tab Google Chrome Kini Hadir di Desktop

Technologue.id, Jakarta - Google Chrome telah menghadirkan fitur Grup Tab kepada para pengguna Android. Sesuai dengan namanya, fitur ini mengelompokan tab untuk...

Halodoc Gelar Vaksinasi Covid-19 Drive Thru

Technologue.id, Jakarta - Halodoc menghadirkan Pos Pelayanan Program Vaksinasi Covid-19. Program terbaru ini dilakukan secara Drive Thru pada tanggal 3 Maret 2021...

Bocor, Google Bakal Hadirkan Ponsel Layar Lipat Tahun Ini

Technologue.id, Jakarta - Ponsel layar lipat semakin digandrungi belakangan ini. Banyak vendor ponsel yang mulai menghadirkannya, seperti Samsung dan juga Huawei.

Related Stories