Technologue.id, Jakarta – Samsung masih berupaya melakukan penyelidikan masalah layar pada Galaxy Fold. Sebab itu, Samsung mesti menunda acara peluncuran smartphone layar lipat pertamanya itu di kawasan Asia, khususnya di Shanghai dan Hongkong.

Dilansir dari GSMarena (22/4/2019), produsen smartphone nomor satu di dunia itu terpaksa membatalkan acara peluncuran, yang semula direncanakan pada tanggal 24 April dan 26 April. Penundaan launching event ini dilakukan sampai proses penyelidikan dan perbaikan kerusakan pada sampel layar Galaxy Fold, telah selesai.

Baca Juga:
Layar Galaxy Fold Bermasalah, Samsung Segera Lakukan Investigasi

Proses investigasi berkelanjutan ini juga merembet ke bagian pemasaran. Samsung telah menghentikan training karyawan ritel tentang cara menjual Galaxy Fold, yang berarti juga akan menunda peluncuran di pasar global.

- Advertisement -

Pernyataan resmi Samsung dari minggu lalu mengatakan akan “memeriksa secara menyeluruh” unit-unit tersebut dan akan mencetak rambu peringatan tambahan pada kemasannya.

Untuk kasus Galaxy Fold, analis mengatakan bahwa kegagalan fungsi dari batch pertama dari model uji itu tidak mengejutkan. Selain itu, desain in-folding pada Fold dinilai akan kurang tahan lama dibandingkan dengan pendekatan out-folding di smartphone lipat Huawei Mate X, kata mereka.

Baca Juga:
Duel Samsung Galaxy Fold vs Huawei Mate X

Galaxy Fold punya layar yang membuatnya bisa berfungsi sebagai ponsel dan tablet. Hal itu disebabkan dua ukuran layar yang bisa dinikmati penggunanya, layar berukuran 4,6 inci ini ketika dilipat namun ketika lipatan dibuka di bagian dalam ada layar lebih besar berukuran 7,3 inci yang dinamai Infinity Flex.

“In-folding lebih sulit untuk dibuat daripada out-folding, karena menambah tekanan lebih tinggi ke layar, yang orang khawatirkan,” kata analis Park Sung-soon di BNK Securities.