Technologue.id, Jakarta - Canva meluncurkan model AI pembuat gambar pertamanya bernama Canva Craft. Model ini dirancang untuk menghasilkan gambar dengan detail objek yang lebih akurat dan teks yang mudah dibaca.

Canva Craft dikembangkan oleh tim riset Canva untuk bersaing dengan model AI buatan perusahaan teknologi lain, seperti Google, OpenAI, ByteDance, dan Meta.

Dikutip dari TechCrunch, Canva Craft menggunakan dua tahap pemrosesan. Pertama, AI memahami prompt pengguna dan menyusun rencana desain, termasuk posisi objek, ukuran, hierarki visual, hingga penempatan teks.

Pada tahap kedua, model menghasilkan gambar dengan resolusi hingga 2K dan mendukung 30 pilihan rasio aspek. Pengguna juga bisa menyunting bagian tertentu dari gambar tanpa harus mengubah elemen lainnya.

Berbeda dari pendekatan yang hanya berfokus pada gambar atau foto, Canva melatih Canva Craft menggunakan desain buatan manusia dari pustaka Canva.

Materi pelatihannya mencakup poster, konten media sosial, presentasi, infografis, menu, hingga desain dengan banyak elemen tipografi.

Pendekatan ini ditujukan agar AI lebih memahami struktur desain, bukan sekadar menghasilkan gambar berdasarkan deskripsi pengguna.

Canva Craft juga dapat mendukung proses penyuntingan melalui Canva Magic, alat yang bisa mengubah gambar menjadi desain berlapis atau layered designs. Dengan begitu, elemen dalam gambar dapat diolah lebih lanjut menjadi desain yang bisa diedit.

Canva Craft kini tersedia bagi pengguna melalui tab Dream Lab di platform Canva. Model ini juga dapat diakses melalui API Canva.

Ke depannya, Canva berencana menghadirkan dukungan pembuatan gambar melalui chatbot pihak ketiga, termasuk ChatGPT dan Gemini, menggunakan MCP (Model Context Protocol) milik Canva.