Technologue.id, Jakarta – Brand co-working, Cocowork, melakukan rebranding lagi. Setelah ubah nama dari EV Hive, kali ini Cocowork akan menyediakan beragam produk, jasa dan pengalaman sebagai pengembangan terkini dari bisnis di bawah label CoHive.

Perubahan brand ini dilakukan seiring dengan misi perusahaan untuk memberikan layanan lebih dari sekedar ruang kerja bersama dan menyediakan produk lainnya seperti co-living solution dan konsep new retail.

CoHive akan menaungi layanan ruang co-working (CoHive Co-Working and Offices), ruang co-living (CoHive Co-Living and Residences), dan jaringan toko ritel terbaru (CoHive Marts and CoHiveX).

Baca juga:

Jumlah Warung Pintar di Jakarta Meningkat, Tembus 1.000 Kios

- Advertisement -

Saat ini CoHive mengoperasikan lebih dari 32.000 m2 ruang co-working di 22 lokasi yang tersebar di Jakarta dan Medan, dengan lebih dari 5.500 komunitas perusahaan, usaha kecil menengah (SME) dan startup yang menyewa ruang kerja dengan sistem per bulan atau pun lebih.

CoHive telah berhasil menyediakan layanan yang holistik dan terintegrasi, terutama dalam menyediakan ruang-ruang co-working yang mengedepankan kolaborasi, berkonsep baik dan terletak di lokasi-lokasi strategis.

“Melalui konsep sharing economy, generasi pengusaha muda dapat mengakses sumber daya dan dukungan komunitas yang mereka butuhkan untuk memulai dan mengembangkan bisnis mereka,” ujar Carlson Lau, CoHive CEO dan co-founder.

Baca juga:

Pembuat Aplikasi TikTok, Kini Jadi Startup Paling Mahal

Dengan serangkaian solusi komprehensif yang ada di dalam platform CoHive, komunitas pengusaha yang tergabung bersama kami dapat bekerja, hidup, dan bersenang-senang di dalam ekosistem kami, imbuh Carlson.

Hal ini mendorong CoHive untuk terus mengembangkan lebih banyak ruang kerja, yang ditargetkan akan mencapai 100.000 m2 di berbagai lokasi di Indonesia pada tahun 2019.

Baca juga:

Garap Mobil Listrik, Hyundai Sumbang Rp3,6 Miliar di Grab

“Kami telah memiliki jaringan menara kantor dan perumahan di mana kami akan membangun seluruh layanan jasa dan aktivitas community building yang terintegrasi dan akan diluncurkan pada tahun 2019,” tandas Carlson.

Sebagai informasi, CoHive didukung oleh sejumlah investor kuat, termasuk East Ventures, Sinar Mas Digital Ventures, Insignia Ventures, SoftBank Ventures Korea, H&CK Partner, Tigris Investment dan Intudo Ventures.