Covid-19 Dorong Subscriber Netflix Melambung sampai 200 Juta

- Advertisement -

Technologue.id, Jakarta – Pandemi virus corona membuat banyak orang harus berdiam diri di rumah. Negara-negara di dunia memberlakukan self quarantine hingga lockdown untuk mengurangi penyebaran Covid-19.

Jika biasanya melakukan aktivitas di luar rumah, kini harus di dalam rumah. Untuk mengisi kebosanan, menonton menjadi salah satu hobi yang paling banyak dilakukan selama pandemi. Dampaknya, layanan Netflix pun diserbu.

Laporan dari Business Insider, Kamis (21/1/2021), sekarang ada lebih dari 200 juta orang di seluruh dunia yang berlangganan Netflix. Sesuai dengan surat pemegang saham Q4 2020 streamer, Netflix secara resmi memiliki 203,66 juta pelanggan berbayar.

Baca Juga:
Netflix Siap Luncurkan Fitur Shuffle Play

Dari data yang dihimpun, streaming mengalami peningkatan yang cukup besar dalam jumlah pelanggan dan waktu yang dihabiskan. Untuk Netflix, tahun 2020 melihat rekor pertumbuhan 37 juta pelanggan berbayar baru. Penambahan bersih streamer adalah 8,5 juta. Hal itu menjadi rekor bagi netflix.

Netflix mencatat bahwa 83% pelanggan barunya untuk tahun 2020 berasal dari luar Amerika Serikat dan Kanada. Wilayah Eropa, Timur Tengah dan Afrika menyumbang 41% dari penambahan setahun penuh. Sementara kawasan Asia Pasifik menjadi penyumbang terbesar kedua dengan 9,3 juta, peningkatan 65% dari tahun ke tahun. Di Amerika Utara, setelah paruh pertama tahun 2020, baik Q3 atau Q4 tidak melihat lebih dari 1 juta pelanggan baru bergabung dengan Netflix.

Secara finansial, Q4 melihat pendapatan bersih Netflix turun dari US$ 790 juta di Q3 menjadi $ 542 juta. Perusahaan mengatakan bahwa penurunan tersebut adalah hasil dari kerugian non-tunai sebesar $ 258 juta yang belum direalisasi dari pengukuran kembali selisih kurs. Pendapatan Netflix secara keseluruhan untuk tahun 2020 naik 21,5%, dengan streamer melaporkan pendapatan total $ 6,64 miliar.

Baca Juga:
Life Hack Berguna Bagi Para Pengguna Netflix

Sebagai bagian dari laporan Q4-nya, Netflix juga memberikan proyeksi Q1 2021-nya. Dengan banyaknya streamer, diharapkan terdapat penambahan bersih berbayar sekitar 6 juta untuk kuartal pertama. Q1 2020 menjaring 15,8 juta tambahan berbayar, tetapi angka-angka itu dilihat dari peningkatan di hari-hari awal pandemi.

Dengan basis langganan globalnya, Netflix masih menjadi platform streaming terbesar di dunia. Namun, tambahan baru Disney + dan, baru-baru ini, HBO Max, juga telah melihat keuntungan besar dalam hal langganan.

- Advertisement -

Latest News

A Day Without We, Game Asal Indonesia yang Bakal Rilis di PlayStation 5 dan Xbox Series X/S

Technologue.id, Jakarta - Setelah game buatannya sukses di Steam, Gamecom Team Studio, developer game asal Indonesia, bareng publisher game asal Rusia, ChiliDog...

Samsung Boyong Jajaran TV Premium Terbaru

Technologue.id, Jakarta - Samsung Electronics Indonesia resmi meluncurkan empat TV terbaru, Kamis (6/5/2021). Adalah The Sero, The Frame, The Serif, dan The...

Menang Flash Sale Shopee, Pengguna Kecewa Transaksi Dibatalkan Sepihak

Technologue.id, Jakarta - Penjualan cepat atau flash sale di e-commerce sudah menjadi "bumbu" menggiurkan yang selalu jadi incaran calon pembeli. Namun sejumlah...

Samsung Boyong Smart TV Premium Neo QLED 8K, Segini Harganya

Technologue.id, Jakarta - Samsung Electronics Indonesia resmi meluncurkan smart TV premium, Neo QLED 8K pada Kamis (6/5/2021). Produk ini digadang mampu memberikan...

Ini Media Sosial Garapan Donald Trump

Technologue.id, Jakarta - Mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump meluncurkan "platform komunikasi" setelah hampir empat bulan dilarang oleh sebagian besar situs media...

Related Stories