Jakarta – DANA Indonesia bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menggelar aksi bersih-bersih pantai di Pantai Petitenget, Bali. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian pra-acara Ocean Impact Summit (OIS) 2026 yang juga memperingati World Ocean Day dan Coral Triangle Day.

Bertajuk 'Turn the Tide: Waste to Waves, Langkah Kecil yang Terkumpul, Akan Membawa Gelombang Perubahan yang Besar', aksi ini berhasil mengumpulkan 317,3 kilogram sampah. Inisiatif ini melibatkan komunitas lokal, universitas, masyarakat, dan karyawan DANA.

Kegiatan ini juga mendukung Coral Triangle Initiative on Coral Reefs, Fisheries, and Food Security (CTI-CFF). Penanganan sampah laut dan pengelolaan limbah pesisir menjadi salah satu agenda prioritas Indonesia dalam forum tersebut.

Director of Communications DANA Indonesia, Olavina Harahap, menegaskan komitmen perusahaannya terhadap keberlanjutan. “Kami percaya teknologi memiliki peran penting dalam mendukung gaya hidup yang lebih bertanggung jawab,” ujarnya.

Menurut Olavina, setiap inovasi harus berjalan beriringan dengan kesadaran kolektif masyarakat. Hal ini penting untuk menjaga lingkungan dan mewujudkan target Blue Economy di Tanah Air.

Kementerian Kelautan dan Perikanan RI menilai kolaborasi ini sebagai langkah strategis. KKP memiliki program Laut Sehat Bebas Sampah (LAUT SEBASAH) untuk memperkuat upaya pencegahan dan penanganan sampah.

Direktur Jenderal Pengelolaan Kelautan KKP, Koswara, mengapresiasi komitmen DANA. “Ke depan, kami berharap DANA dapat memperluas kontribusinya dalam mendukung pelestarian bahari Indonesia,” ujarnya.

Pada momentum ini juga dilaksanakan deklarasi dan penandatanganan komitmen zero waste. Kawasan bebas sampah di Pantai Petitenget ditargetkan terwujud melalui kolaborasi berbagai pihak.

Penandatanganan dilakukan oleh perwakilan Pemerintah, pelaku usaha, masyarakat, pengolah sampah, dan offtaker ekonomi sirkuler. Langkah ini mendorong iklim usaha yang bertanggung jawab terhadap lingkungan.

Selain beach clean-up, DANA juga menggalakkan program edukasi Ocean Buddy. Program ini memungkinkan pengguna berperan langsung dalam konservasi laut melalui aplikasi DANA.

Ocean Buddy merupakan game interaktif yang mendukung perlindungan hiu paus di Indonesia. Sejak diluncurkan pada Oktober tahun lalu, lebih dari 13 juta pengguna telah menggunakannya.

Ocean Impact Summit (OIS) sendiri merupakan forum global untuk mendorong potensi Blue Economy. Forum ini mempertemukan pemimpin dan pelaku industri untuk kolaborasi dan inovasi berkelanjutan.

Forum ini bertujuan memperkuat kebijakan, investasi, dan kemitraan lintas sektor. Targetnya adalah mendukung target iklim global dan UN Decade of Ocean Science.

DANA juga mendukung keberlanjutan melalui setiap transaksi di aplikasi. Merujuk pada Sustainability Report 2024, setiap transaksi hanya menghasilkan 0,14 gram CO₂e.

Angka tersebut setara sekitar 3 persen emisi dibandingkan satu email biasa. Email biasa rata-rata menghasilkan 4 gram CO₂e, sehingga transaksi digital lebih ramah lingkungan.

Langkah DANA ini sejalan dengan upaya dorong ekonomi digital yang lebih luas. Kolaborasi dengan KKP menjadi contoh nyata sinergi bisnis dan lingkungan.

Inisiatif ini juga mendukung percepatan pengembangan smart city berkelanjutan. Pengelolaan sampah dan konservasi laut menjadi bagian penting dari ekosistem perkotaan modern.