Dari Januari-Juni 2017, Indosat Kumpulkan Laba Sebanyak Ini

Dari Januari-Juni 2017, Indosat Kumpulkan Laba Sebanyak Ini
Ilustrasi Indosat Ooredoo (source: Indosat Ooredoo)

Technologue.id, Jakarta – Sebagai operator telekomunikasi top nasional, Indosat Ooredoo wajar kalau juga berstatus sebagai perusahaan profitabel. Perusahaan yang identik dengan warna kuning itu menyatakan pertumbuhan bisnisnya pada semester pertama 2017 lebih kuat dari periode yang sama tahun lalu.

Dalam keterangan resminya (09/08/17), Indosat berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp784,2 miliar sedari Januari sampai Juni 2017. Jumlah itu lebih tinggi 83 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Baca juga:

Walau Tipis, Laptop Rp8 Jutaan dari Asus Ini Speknya Berbobot

Apa rahasia dari catatan impresif Indosat ini? Keberhasilan mencatat kenaikan laba bersih ini adalah hasil kombinasi dari pertumbuhan pendapatan yang didukung pula dengan keberhasilan implementasi efisiensi operasional perusahaan.

Hingga saat ini, perusahaan yang mempekerjakan lebih dari 4.000 orang tersebut punya basis pengguna yang besar. Pada semester I 2017, layanan Indosat telah digunakan 96,4 juta pelanggan, meningkat 15,9 juta pada semester I 2016.

Baca juga:

Walau Tipis, Laptop Rp8 Jutaan dari Asus Ini Speknya Berbobot

Peningkatan jumlah pelanggan itu juga tidak lepas dari dukungan jaringan telekomunikasi perusahaan, mengingat Indosat telah membangun 5.690 BTS tambahan dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Detailnya, 92 persen di antara BTS tersebut merupakan BTS 3G dan 4G untuk menunjang pertumbuhan penggunaan data yang makin tinggi.

Baca juga:

Walau Tipis, Laptop Rp8 Jutaan dari Asus Ini Speknya Berbobot

Sementara itu, total utang dari pinjaman bank dan obligasi juga mengalami penurunan sebesar Rp1,9 triliun atau 8,8 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Porsi utang dalam denominasi USD turun sebesar 67,2 persen dari USD227,5 juta (mewakili 14 persen dari total utang) pada Semester I 2016 menjadi sebesar USD74,6 juta (mewakili 5 persen dari total utang), di mana Indosat melanjutkan inisiatifnya untuk mengurangi pengaruh fluktuasi nilai tukar mata uang terhadap laba/rugi bersih perusahaan.