Technologue.id, Jakarta – Facebook masih dihantui isu kebocoran data publik. Seorang peneliti keamanan bernama Sanyam Jain, yang merupakan anggota GDI Foundation, menemukan ada ratusan juta data pengguna Facebook terekspos di sebuah database online.

Server terbuka itu menyimpan lebih dari 419 juta data pribadi para pengguna Facebook, termasuk nama pengguna, jenis kelamin, asal domisili, hingga nomor ponsel mereka.

Baca Juga:
Facebook Cafe Dibuka di Jakarta, Tapi..

Basis data yang bocor berisikan profil pengguna di sejumlah negara, termasuk 133 juta data pengguna Facebook yang berbasis di Amerika Serikat, 18 juta data pengguna di Inggris, dan lebih dari 50 juta data pengguna di Vietnam.

Celakanya, server tersebut tidak dilindungi dengan kata sandi, sehingga siapa pun dapat menemukan dan mengakses database.

Tidak jelas siapa yang mungkin membajak informasi tersebut dari Facebook dan alasan data sensitif itu diunggah. Menurut laporan dari TechCrunch (5/9/2019), host web yang memajang database itu mencurinya secara offline.

Baca Juga:
Facebook Tawarkan Solusi Hadapi Tantangan Bisnis di Platform Online

Dikutip dari Engadget, Facebook sebelumnya mengatakan telah menginvestigasi insiden ini dan belum mengetahui sifat data, serta bagaimana data itu dikumpulkan atau mengapa disimpan di server publik. Perusahaan akan memberitahu pengguna jika menemukan bukti data-data itu disalahgunakan.

‚ÄúDataset ini sudah usang dan tampaknya memiliki informasi yang diperoleh sebelum kami membuat perubahan tahun lalu untuk menghapus kemampuan orang menemukan orang lain menggunakan nomor telepon mereka. Dataset telah dihapus dan kami tidak melihat bukti bahwa akun Facebook itu disalahgunakan,” bunyi pernyataan perusahaan.

Insiden ini kembali menambah masalah terkait privasi yang dialami Facebook. Pada tahun lalu, perusahaan diserang menyusul laporan, yang menyebutkan Cambridge Analytica memperoleh data pribadi jutaan pengguna Facebook tanpa sepengetahuan mereka.