Dijual Rp13 Juta, Oppo Yakin Find X Laris?

- Advertisement -

Technologue.id, Jakarta – Vendor ponsel asal China, Oppo, ingin memperkuat kehadirannya lewat pasar smartphone premium Indonesia usai memperluas operasinya di pasar Eropa.

Bulan Juni lalu di Prancis, Oppo telah meluncurkan perangkat flagship terbaru, Find X, dengan label harga 999 Euro (atau sekitar Rp16 juta). Di segmen atas ini, Oppo bakal mendapat gempuran kuat dari pemain lama, di antaranya Apple, Samsung, dan Huawei.

Baca juga:

Begini Wujud Detail Oppo Find X Versi Indonesia

Meski kompetisi di pasar high-end terbilang ketat, Oppo tidak ragu akan potensi segmen ini dikarenakan bakal menonjolkan kelebihan dari sisi inovasi dan teknologi. Hal ini disampaikan langsung oleh Aryo Medianto, PR Manager Oppo Indonesia, di sela-sela peluncuran Find X di Indonesia, Rabu (18/07/2018).

“Mungkin ada suatu ketakutan, apakah [harga Find X di atas] Rp10 juta akan laku atau tidak. Tapi sekarang tergantung pendekatannya. Bila harga Rp10 juta tanpa ada pendekatan secara inovasi teknologi atau sesuatu yang baru ditawarkan ke konsumen, mungkin kita akan menjualnya secara ragu. Tapi dengan inovasi yang lumayan tinggi, maka kami yakin banget ini akan bisa menarik konsumen di Indonesia,” katanya.

Baca juga:

Oppo Ungkap Alasan Lambatnya Kelahiran Find X

Aryo enggan menjelaskan target penjualan dari smartphone tersebut. Ia lebih memilih fokus untuk membangun kesan bahwa Oppo sudah selangkah lebih tinggi dengan masuk ke segmen premium.

“Kita berpikir sudah saatnya Oppo naik kelas dan berada di kelas [premium] ini. Kita berani karena melihat data dan respons perangkat-perangkat kelas tingginya, seperti F5 6GB dan F7 128GB itu harganya kurang lebih Rp5 jutaan. Dengan spesifikasi tersebut, konsumen sudah berpikir bahwa Oppo imbang antara harga dengan apa yang ditawarkan. Makanya, kita memutuskan masuk ke pasar premium dengan cara pakai Find X,” tutur Aryo.

Baca juga:

Oppo Resmikan Find X, Smartphone dengan Notch “Portabel”

Spesifikasi Find X di Indonesia tidak ada perbedaan dengan smartphone yang beredar di kawasan Eropa. Bedanya hanya terletak di kisaran harga. Banderol versi Eropa lebih tinggi ketimbang harga jual di pasar Tanah Air. Oppo punya alasan tersendiri terkait perbedaan harga jual tersebut.

“Eropa tidak punya pabrik, sehingga langsung [impor] dari China. Perlu cost untuk impor. Sementara kita bisa bikin [atau produksi ponsel] di sini untuk menekan cost. Selain itu, tingkat GDP kita sama mereka jauh berbeda, kemampuan daya beli juga berbeda. Harga Rp16 juta di Eropa mungkin tidak akan jadi masalah, tapi kalau di sini Find X dijual misalkan harga Rp16 juta, bisa memicu keributan sosial,” ujarnya.

- Advertisement -

Latest News

Sering Scan Kode QR? Ini Bahayanya

Technologue.id, Jakarta - Memasuki era digital, kode QR semakin menjamur. Kode unik ini sangat mudah ditemukan mulai di kemasan makanan, tiket, tagihan...

Pendiri Zoom Ngaku Capek Meeting Virtual

Technologue.id, Jakarta - CEO sekaligus pendiri Zoom, Eric Yuan mengaku lelah dengan penerapan sistem bekerja di rumah. Tak sungkan, ia mengeluh jika...

Refund Molor, Toko Furniture Fabelio Panen Kecaman Konsumen

Technologue.id, Jakarta - Akun Instagram resmi toko furniture online, Fabelio, digeruduk sejumlah konsumen. Mereka mengeluhkan soal proses pengembalian uang atau refund yang...

Kenaikan Transaksi Shopee Berlipat saat Ramadan

Technologue.id, Jakarta - Di momen Ramadhan 2021 Shopee mengalami kenaikan transaksi yang signifikan. Tercatat selama kampanye Big Ramadan Sale ada lebih dari...

Sony Hapus Kamera DSLR dari Situs Resmi, Berhenti Produksi?

Technologue.id, Jakarta - Mungkin kita tidak akan pernah melihat perangkat DSLR A-series keluaran terbaru dari Sony. Pasalnya produsen elektronik asal Jepang itu...

Related Stories