Technologue.id, Jakarta – Berdasarkan data keluaran Bank Indonesia (BI), jelang akhir tahun 2016 tercatat nilai volume transaksi uang elektronik di Indonesia mencapai 537.588.334 transaksi. Angka ini menunjukkan peningkatan dari tahun sebelumnya sebesar 535.579.528 transaksi.

Sejalan dengan hal tersebut, BI juga mencatat, jumlah nilai transaksi uang eletronik di tanah air meningkat dari Rp5,28 triliun di 2015 menjadi Rp5,49triliun di 2016 (Januari-Oktober).

Sebagai salah satu perusahaan yang bergerak di bidang teknologi finansial (financial technology/fintech), tak dinyana Dimo Pay Indonesia ( Dimo) turut mendapat dampak positif langsung pada bisnisnya.

Dimo yang resmi berdiri pada Desember 2014, kemudian menggenjot layanan transaksi uang elektronik lewat jalur mobile besutannya, bernama PayByQR ditengah kian maraknya industri fintech di Indonesia.

Brata Rafly, Dimo Pay Indonesia
- Advertisement -

“Dimo merasa telah hadir pada waktu dan tempat yang tepat. Kebetulan tahun 2016 pihak pemerintah juga sedang mendorong berbagai gerakan fintech, seperti sistem pembayaran non-tunai. Dan kami berada ditengah kondisi tersebut,” kata Brata Rafly, CEO PT Dimo Pay Indonesia saat berbicara di acara media gathering di Jakarta, Kamis (15/12/2016).

Dimo lantas mengumumkan persentase volume transaksi yang berhasil dicapai startup lokal tersebut terhitung awal tahun hingga awal Desember 2016. Volume transaksi Dimo di akhir tahun 2016 menunjukkan angka sebesar 7,150 persen.

“Pencapaian kami ini memang lumayan tapi bisa dibilang ‘sesuatu’. Nah, besarnya nilai volume itu sendiri berarti seberapa banyak penggunaan terhadap sistem transaksaksi Pay By QR,” ungkapnya.

Adapun nilai transaksi tersebut didapat dari penggunaan aplikasi PayByQR pada issuer-issuer Dimo dari sisi, diantaranya berbagai aplikasi e-wallet (BRI Mobile, BNI 46, UnikQu), mobile banking (Uangku, Dompetku, Simobi, T-Money, Doku Wallet, dan Pay Access), hingga credit card loyalty points.

Selama 10 bulan terakhir ini Dimo telah menggandeng sekitar belasan Bank. Selain itu, sudah ada lebih dari 2.500 merchant yang berjualan menggunakan layanan Pay by QR, Pay in App & QR Commerce, QR Store, dan QR Cashier yang bisa digunakan di merchant besar juga pedagang kecil ( UKM).

“Teknologi Dimo itu menghubungkan antara Bank sebagai source of fund atau e-wallet, lalu ke merchant. Dimana kita meng aggregate semua issuer. Jadi Dimo menjadi messenger antara yang punya duit dengan konsumen mereka,” tutupnya soal peran Dimo di industri fintech tanah air.

BACA JUGA:

Dimo gandeng Kartuku, belanja bisa cashless di Kawan Lama Retail

Gandeng Dimo, Doku bisa transaksi pakai QR Code