Contact Information

Alamat: Komplek Rumah Susun Petamburan Blok 1 Lantai Dasar, Tanah Abang - Jakpus 10260

We're Available 24/ 7. Call Now.
Dukung Startup di Asia Pasifik, Microsoft Mengembangkan Inisiatif Highway to A 100 Unicorns
SHARE:

Technologue.id, Jakarta - Microsoft for Startups meluncurkan inisiatif Highway to a 100 Unicorns di Asia Pasifik untuk memperkuat ekosistem startup di kawasan ini. Hal ini merupakan kelanjutan dari kesuksesan inisiatif di India, di mana hanya 56 startup dipilih untuk program Emerge X dari enam negara bagian, yang memiliki lebih dari 15000+ startup. Para pemenang Emerge X mendapatkan keuntungan besar dengan dukungan akses pasar global, kamp pelatihan 3 hari dengan mentor kelas dunia, akses ke pendanaan, bimbingan berkelanjutan, dan panduan tentang Azure, kecerdasan buatan, pembelajaran mesin, dan banyak lagi.

Inovasi sangat penting untuk membuka pertumbuhan ekonomi yang inklusif di Asia Pasifik; negara berpendapatan tinggi di wilayah ini berinvestasi tiga kali lebih banyak dalam penelitian dan pengembangan dibandingkan dengan negara lain. Untuk mendorong semangat berwirausaha yang inovatif, Microsoft akan bekerja sama dengan pemerintah dan mitra industri untuk menemukan dan memelihara perusahaan startup teknologi dengan potensi tinggi untuk menjadi perusahaan yang benar-benar global di masa depan.

Ricky Kapur, Vice President of Sales, Marketing and Operations, Microsoft Asia Pasifik berkata, "Startup memainkan peran penting dalam perekonomian kita sebagai inovator, disruptor, dan penggerak pertama. Melalui 'Highway to a 100 Unicorns', kami akan mendukung para startup di Asia Pasifik yang dapat memberikan dampak nyata dan mendorong inovasi digital di wilayah ini. Kami berharap dapat berjalan dengan lebih banyak pendiri startup di sepanjang perjalanan pertumbuhan mereka dan mendukung mereka untuk meningkatkan dan mencapai lebih banyak."

Kompetisi Emerge X

Inovator dan wirausahawan dari total 16 negara (Bangladesh, Bhutan, Brunei, Kamboja, Indonesia, Laos, Malaysia, Maladewa, Myanmar, Nepal, Selandia Baru, Filipina, Sri Lanka, Singapura, Thailand, Vietnam) diundang untuk menjadi bagian dari inisiatif "Highway to a 100 Unicorns".

Di Indonesia sendiri, sangat banyak startup yang bermunculan dan gencar bersaingan. Menurut data Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, Indonesia menduduki posisi kelima di dunia dengan 2.193 startup pada tahun 2019 setelah AS, India, Inggris, dan Kanada. Dengan dukungan kuat dari pemerintah, Indonesia telah memiliki 5 startup yang menyandang gelar "Unicorn".

"Kami berkomitmen membantu Indonesia untuk mencapai lebih dan berharap kesempatan yang sangat baik ini dapat meningkatkan startup Indonesia, baik dari sisi teknologi dan business process, guna memberdayakan pertumbuhan ekonomi digital di tanah air," jelas Haris Izmee, Presiden Direktur Microsoft Indonesia. "Microsoft memiliki banyak solusi yang dapat membantu para startup fokus pada pengguna/customer mereka, sembari membangun solusi untuk berbagai masalah dengan otomatisasi dan teknologi."

Para startup harus terlebih dahulu mengajukan aplikasi untuk kompetisi Emerge X di negaranya. Kriteria startup untuk ikut Emerge X adalah sebagai berikut:

  1. Perusahaan Business-to-Business dengan product-market fit, menghasilkan pendapatan dengan setidaknya 3-4 klien.
  2. Perusahaan Business-to-Customer dengan basis pelanggan yang besar (lebih dari 100.000 pelanggan) dan menghasilkan pendapatan.
  3. Pendanaan adalah nilai tambah.

Semua startup Emerge X akan mendapatkan kredit GitHub dan Azure gratis serta lokakarya bisnis dan teknologi yang terfokus. Tiga finalis per negara akan diumumkan pada November. Mereka juga akan mendapatkan manfaat dari bimbingan selama setahun dengan pendalaman teknis dan bisnis, Founder Bootcamp selama 3 hari, akses ke klien perusahaan secara global melalui program penjualan bersama Microsoft yang unik serta peluang untuk berinteraksi dengan pakar Microsoft dan pendukung industri.

SHARE:

Tips Mengenal Bitcoin Lebih Dekat Supaya Makin Cuan

CEO Perusahaan Teknologi Investasi Triliunan ke Indonesia, Pengamat: Harus Jelas Pembuktiannya