Baca juga:
Elon Musk Janji Produksi Mobil Listrik Murah, Berapa Duit?
Melansir TheVerge.com (07/09/2018), Musk berpendapat kalau pesawat terbang elektrik ini bakal lebih baik kemampuannya daripada pesawat yang ada sekarang. Salah satu kelebihan tersebut adalah kemampuan untuk melakukan penerbangan dan pendaratan secara vertikal atau vertical take-off and landing (VTOL), sehingga tidak butuh menghabiskan banyak tempat.Baca juga:
Elon Musk dan Timnya Terbang ke Thailand, Ada Apa?
Namun, mungkin electric plane dari Elon Musk ini tidak akan lahir dalam waktu dekat. Sebab, ia masih perlu menjalankan tiga perusahaannya: Tesla, SpaceX, dan Boring Company. Selain itu, pengembangan pesawat elektrik ini juga belum dirasa mendesak. "(Pengembangan) mobil listrik itu penting, energi solar penting, penyimpanan energi stasioner penting,” kata Musk. "Hal-hal tersebut jauh lebih penting daripada menciptakan VTOL supersonik listrik."Baca juga:
Ini 5 Tokoh Teknologi yang Terlibat di Politik, Apa Motif Mereka?
Sebagai gambaran, ide pesawat elektrik dari Musk ini lebih kurang mirip dengan taksi terbang yang coba disiapkan oleh perusahaan macam Uber. Wujud dari taksi terbang yang dipamerkan di ajang Uber Elevate Summit itu mirip seperti drone dan memiliki kemampuan untuk take off atau landing secara vertikal. Bentuk bodinya mengingatkan pada sebuah pesawat terbang alih-alih helikopter.