Technologue.id, Jakarta – Bagi sebagian besar orang, mobil listrik mungkin masih terlalu mahal. Hal ini seakan menjadi ironi di tengah upaya banyak pihak untuk mereduksi polusi udara yang ditimbulkan oleh kendaraan bermotor.

Tengok saja karya Tesla, Model 3. Di Amerika Serikat, harga termurah mobil empat pintu yang diproduksi mulai 2017 itu adalah US$35.000 (Rp510 jutaan). Jelas, bukan kalangan menengah ke bawah yang disasar perusahaan Elon Musk itu.

Baca juga:

Ini 5 Tokoh Teknologi yang Terlibat di Politik, Apa Motif Mereka?

Namun, Musk ternyata juga berangan untuk menciptakan mobil listrik dengan harga yang lebih rendah. Saat mengobrol dengan YouTuber Marques Brownlee, mantan orang dalam PayPal itu mempredisksi kalau Tesla bakal mampu membuat mobil berbanderol lebih murah jika ia dan timnya bekerja lebih keras dalam tiga tahun ke depan, yakni sekitar US$25.000 (Rp365 jutaan).

- Advertisement -

Baca juga:

Pegawai Tesla Lakukan Sabotase

Memang, banderol ini bukanlah harga pasti. Akan tetapi pada intinya, ia meyakini harga per unit kendaraan ramah lingkungan nantinya akan lebih murah dari sekarang dengan teknologi yang lebih canggih pula. Musk mencatut ponsel dari masa ke masa sebagai perbandingan.

“Kunci untuk membuat mobil listrik yang lebih terjangkau adalah peningkatan pada segi desain dan teknologi juga skala produksi,” kata pria yang juga CEO SpaceX itu.

Baca juga:

Elon Musk dan Timnya Terbang ke Thailand, Ada Apa?

Salah satu kendala Tesla dalam membuat mobil listrik murah adalah mereka masih belum bisa memproduksi unit dalam jumlah lebih banyak, sementara perusahaan juga membutuhkan profit. Tesla Model 3 sendiri pada pertengahan 2017 masih diproduksi secara terbatas. Baru setelahnya, mereka mencoba melayani lebih dari 450 ribu pemesanan online Model 3 yang masuk pada Agustus 2017.