Technologue.id, Jakarta – CEO Tesla dan SpaceX, Elon Musk, punya sikap yang berbeda dengan Travis Kalanick. Ketika CEO Uber itu memutuskan mundur dari dewan penasehat ekonomi presiden Amerika Serikat, Musk memilih untuk bertahan di grup tersebut.

Mengutip TheVerge (02/02/17), Musk bukannya tak tahu dampak dari keteguhannya ini. Tengok saja bagaimana publik menilai Kalanick adalah suporter Trump karena mau bergabung dengan dewan tersebut, walau CEO Uber itu telah membantahnya. Namun, ia memilih untuk tidak keluar karena demi memperjuangkan nasib para imigran agar kehadirannya tidak ke AS tidak ditolak.

“Desember lalu, saya setuju untuk bergabung dengan Dewan Penasehat Presiden untuk memberikan masukan terkait isu yang saya rasa penting untuk negeri ini dan dunia. Di pertemuan besok, saya dan yang lain akan mengajukan keberatan terkait aturan terhadap imigran terbaru dan menyarankan perubahan atas kebijakan itu,” jelas Musk.

Pria kelahiran 28 Juni 1971 itu lantas membocorkan sedikit mimpinya dengan bergabung di dewan tersebut, yakni untuk “mengakselerasi transisi dunia ke energi terbarukan dan membantu membuat peradaban multi-planet.” Tesla dan SpaceX-lah senjata yang ia gunakan untuk mencapai hal itu. Musk tampaknya melihat peluang terwujudnya visi itu dengan tetap bertahan di kelompok tangan kanan presiden Trump tersebut.

Selain Kalanick dan Musk, ada petinggi perusahaan lain yang bergabung dalam dewan penasehat ekonomi itu. Beberapa di antaranya adalah CEO Disney, Bob Iger, CEO Wal-Mart, Doug McMillon, dan CEO PepsiCo, Indra Nooyi. Dengan keluarnya Kalanick, maka anggota dewan tersebut kini menjadi 18 orang.

 

Baca juga:

CEO Uber Stop Dukung Donald Trump dari Belakang, Ini Alasannya

Uber Dikeroyok Microsoft, Google, dan Facebook, Ada Apa?

Cek Estimasi Waktu dan Tarif Gojek, Grab, dan Uber Sekarang Bisa Lewat Google Maps