Baca Juga: Operator AS Singgung Dominasi Bisnis 5G Huawei
[caption id="attachment_48704" align="alignnone" width="706"]
Bentuk Ericsson Radio System (Choiru Rizkia / Technologue.id)[/caption]
Ericsson sedang mengembangkan platform 5G dengan penambahan portofolio di seluruh area ini, akses radio dan transportasi, serta orkestrasi layanan. Penambahan ini membuat platform lebih dinamis dan fleksibel. Sehingga penyedia layanan dapat mengembangkan jaringan mereka dan menyebarkan 5G secara bertahap.
Adapun penambahan konsep yang tak kalah penting diantaranya Ericsson Spectrum Sharing yang memfasilitasi proses evolusi ke jaringan 5G secara efisien, fleksibel, dan tanpa gangguan.
"Ericsson adalah mitra pilihan bagi operator telekomunikasi di Indonesia untuk memastikan migrasi tanpa hambatan dari 4G ke 5G," ucap Jerry Soper, Head of Ericsson Indonesia, di acara Barcelona Unboxed di Jakarta, Kamis (25/4/2019).
Baca Juga: Bisnis Jaringan Terusik, Nokia Pecat 350 Karyawan
Setelah jaringan 5G beroperasi, Ia meramalkan lalu lintas data internet secara global akan naik sebesar 25 persen pada 2024 sebagai efek dari adopsi 5G. Artinya, peluang 5G untuk mendominasi teknologi komunikasi di dunia sangat besar. Walhasil, operator dapat memperoleh manfaat dengan tambahan pendapatan 30 persen dari peluang pasar. Jerry mengungkap pihaknya akan mengaktifkan 5G secara global pada tahun ini. Perusahaan asal Swedia itu telah mengumumkan kesepakatan komersial 5G dengan 18 pelanggan penyedia layanan, serta mengirimkan tiga juta perangkat radio 5G-ready ke pelanggan mereka di seluruh dunia. “Kami benar-benar mengaktifkan 5G di seluruh dunia pada tahun 2019,” ujarnya. Perusahaan juga meluncurkan jaringan 5G di seluruh dunia, mulai dari Amerika Serikat (AS), Eropa, Asia, dan Australia.