Technologue.id, Jakarta – Tumbangnya layanan Facebook yang meliputi Facebook Messenger, Instagram dan WhatsApp, menjadi berkah tersendiri bagi Telegram. Pasalnya, tercatat tiga juta pengguna baru telah mendaftar ke Telegram selama periode tumbangnya platform milik Mark Zuckerberg tersebut.

Gangguan yang dialami Facebook dkk terjadi secara global. Para pengguna mengeluh tidak dapat mengakses layanan seperti sebagaimana mestinya.

Baca Juga:
Facebook, Instagram, dan WhatsApp Kompak Alami Down

Dilansir dari TheVerge.com (14/3/2019), “pencapaian” yang diraih Telegram ini disampaikan langsung oleh CEO Telegram, Pavel Durov, melalui channel Telegram pribadinya.

- Advertisement -

“Saya melihat 3 juta pengguna baru mendaftar ke Telegram dalam 24 jam terakhir,” tulis Durov. “Bagus. Kami memiliki privasi yang baik dan ruang yang tak terbatas untuk setiap orang.”

Baca Juga:
#FacebookDown dan #InstagramDown, Netizen Teriak!

Telegram memang dikenal sebagai aplikasi messaging yang selalu mengedepankan perlindungan privasi pengguna sebagai senjata utamanya. Fitur enkripsi end-to-end telah mereka terapkan sejak tahun 2013, yang mana tiga tahun lebih dulu dibandingkan WhatsApp.