Fokus Industri 4.0, Fujitsu Indonesia Bikin Divisi Khusus

- Advertisement -

Technologue.id, Jakarta – Dunia industri tengah memasuki era baru yang disebut Revolusi Industri 4.0. Sejak 2014 digaungkan di Jerman, ramai soal industri generasi keempat ini juga terus dibahas di Indonesia. Revolusi Industri 4.0 merupakan perubahan sektor industri di dunia yang dipengaruhi oleh maraknya perkembangan teknologi serta internet.

Presiden Joko Widodo sendiri telah meresmikan peta jalan atau roadmap yang disebut Making Indonesia 4.0. Diharap sektor Industri 4.0 tersebut bisa menyumbang penciptaan lapangan kerja lebih banyak serta investasi baru yang berbasis teknologi.

Baca juga:

Batal Kembangkan Drone Penyedia Internet, Facebook Bikin Satelit

Menerapkan Indonesia 4.0 di sektor industri bukan hanya tugas pemerintah semata, namun juga menjadi tanggung jawab bersama para stakeholder, termasuk perusahaan Infomasi Teknologi (IT). Seperti PT Fujitsu Indonesia, yang juga akan ambil bagian dari implementasi rencana tersebut.

“Industri 4.0 bukan hal yang baru. Istilah ini sebelumnya berasal dari Jerman tahun 2011. Banyak negara yang belum ikut serta dalam Industri 4.0 karena keterbatasan masing-masing negara. Sudah hampir tujuh tahun dan kita harus persiapkan agar tidak ketinggalan. Fokus Fujitsu di tahun ini adalah secara organisasi Indonesia dengan membentuk divisi yang dinamakan Public Sector Business Division (PSBD), yang nantinya akan fokus di Industri 4.0,” ujar Odi Susilo Handoko, Managing Director Fujitsu Indonesia, saat jumpa media di Jakarta, Kamis (19/07/2018).

Baca juga:

WD Tutup Pabrik Harddisk-nya, Kenapa?

Perkembangan teknologi di dunia membawa dampak yang besar bagi manusia baik di segi komunikasi, transportasi, hingga pekerjaan. Perubahan revolusi industri keempat mengaburkan batasan antara lingkungan fisik, digital, dan biologis. Sehingga tantangannya adalah bagaimana memaksimalkan bisnis.

“Bagaimana mendukung swasta untuk mengembangkan bisnisnya, sehingga membuka peluang investasi. Dengan membuka peluang investasi, maka tidak hanya menciptakan teknologi tapi juga kolaborasi dengan manusia,” tutur Izzu Nasrun, Solution Architect PT Fujitsu Indonesia, di kesempatan acara yang sama.

Baca juga:

Pemesanan Tiket Pesawat ke Rusia Naik Hampir 100% di Momen Piala Dunia

Menurutnya, pemanfaatan teknologi untuk implementasi program industri 4.0 jutru akan membantu industri untuk meningkatkan produktifitas. Selain itu, juga akan membuat industri akan semakin unggul dalam menciptakan inovasi-inovasi baru dalam industri. Alhasil, akan meningkatkan jenis lapangan kerja baru, seperti di sektor e-commerce maupun transportasi online.

- Advertisement -

Latest News

A Day Without We, Game Asal Indonesia yang Bakal Rilis di PlayStation 5 dan Xbox Series X/S

Technologue.id, Jakarta - Setelah game buatannya sukses di Steam, Gamecom Team Studio, developer game asal Indonesia, bareng publisher game asal Rusia, ChiliDog...

Samsung Boyong Jajaran TV Premium Terbaru

Technologue.id, Jakarta - Samsung Electronics Indonesia resmi meluncurkan empat TV terbaru, Kamis (6/5/2021). Adalah The Sero, The Frame, The Serif, dan The...

Menang Flash Sale Shopee, Pengguna Kecewa Transaksi Dibatalkan Sepihak

Technologue.id, Jakarta - Penjualan cepat atau flash sale di e-commerce sudah menjadi "bumbu" menggiurkan yang selalu jadi incaran calon pembeli. Namun sejumlah...

Samsung Boyong Smart TV Premium Neo QLED 8K, Segini Harganya

Technologue.id, Jakarta - Samsung Electronics Indonesia resmi meluncurkan smart TV premium, Neo QLED 8K pada Kamis (6/5/2021). Produk ini digadang mampu memberikan...

Ini Media Sosial Garapan Donald Trump

Technologue.id, Jakarta - Mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump meluncurkan "platform komunikasi" setelah hampir empat bulan dilarang oleh sebagian besar situs media...

Related Stories