Gak Mau Kalah, AS Rencanakan Pengembangan 5G Sendiri

Technologue.id, Jakarta – Di tengah dominasi Huawei di pasar teknologi jaringan super cepat, Amerika Serikat (AS) dikabarkan tengah berencana mengembangkan teknologi 5G-nya sendiri. Hal ini dilakukan AS guna mengejar ketertinggalan dari Huawei yang saat ini berkesempatan untuk bekerja sama dengan perusahaan di Inggris dan Eropa.

Dilansir dari Business Insider pada Sabtu (8/2/2020), Larry Kudlow selaku penasihat ekonomi Gedung Putih mengatakan pihaknya akan melakukan kerja sama dengan beberapa perusahaan AS dan Eropa dalam upaya pengembangan arsitektur hingga infrastruktur 5G.

Baca Juga:
Keluarga Bos Narkoba Legendaris Luncurkan Ponsel Canggih Mirip Samsung

Dikatakan bahwa nantinya perusahaan AS yang terlibat dan menjadi tim inti dalam proyek pengembangan jaringan 5G ini adalah Microsoft, Dell, dan AT&T. Sementara untuk perusahaan Eropa kemungkinan diisi oleh Nokia dan Ericsson yang mana kedua perusahaan tersebut juga membantu Huawei dalam mengerjakan proyek telekomunikasi 5G.

Nokia dan Ericsson direncanakan membuat standar perangkat lunak 5G yang umum yang dapat mengoperasikan jaringan 5G pada peralatan 5G. Langkah ini disebut akan mengurangi peralatan 5G besutan Huawei, yang mana Huawei adalah pemain terbesar di seluruh dunia dalam peralatan 5G.

Melihat langkah yang diambil pemerintah AS, pihak Huawei mengatakan bahwa itu sudah cukup terlambat. Pihaknya mengatakan bahwa Huawei sudah mulai mengembangkan teknologi tersebut sejak 2 tahun yang lalu.

Baca Juga:
Dinilai Berbahaya, Bos Telegram Ajak Penduduk Bumi Hapus Whatsapp

Rencana AS untuk mengembangkan teknologi 5G sendiri memang masih berada di tahap awal dimana masih berfokus pada pengembangan standar perangkat lunak 5G yang umum yang kompatibel dengan hampir semua peralatan perangkat keras 5G. Pada intinya, langkah ini diambil untuk mengurangi ketergantungan peralatan 5G Huawei.

Pemerintah AS sendiri telah melarang Huawei untuk mengembangkan teknologi 5G mereka di negaranya. Pasalnya Huawei disebut-sebut memanfaatkan momen untuk melakukan aksi mata-mata yang telah dikoordinasikan oleh pemerintah Tiongkok.

Recent Articles

Jadwal Tayang Mulan Diundur ke Agustus

Technologue.id, Jakarta - Kegembiraan tentang pemutaran film baru menghilang dengan cepat, seiring dengan kasus COVID-19 yang kembali meningkat dan khawatir dengan risiko...

Lima Senjata yang Cocok untuk Bermain Rusher dan Agresif di Free Fire

Technologue.id, Jakarta - Senjata, karakter, dan gaya permainan akan menjadi faktor yang menentukan kemenangan di Free Fire. Khususnya senjata, bisa jadi penentu...

FCC Amerika Putuskan Huawei dan ZTE Ancaman Keamanan Nasional

Technologue.id, Jakarta - Federal Communications Commission (FCC) Amerika Serikat secara resmi menyatakan bahwa Huawei dan ZTE adalah ancaman bagi keamanan nasional Amerika.

Microsoft Berhenti Pasang Iklan di Facebook, Zuckerberg Tambah Miskin?

Technologue.id, Jakarta - Raksasa teknologi Facebook mulai kehilangan sejumlah pengiklan besar akhir-akhir ini. Sekarang, giliran Microsoft yang mengumumkan penghentian iklannya hingga Agustus...

Ericsson Kantongi 95 Kontrak Komersial Jaringan 5G

Technologue.id, Jakarta - Ericsson saat ini telah memiliki 95 kontrak komersial pengembangan jaringan generasi terbaru 5G. Pencapaian ini terpampang dalam situs web...

Related Stories