Baca Juga: Usik Kemapanan Grab, Go-Jek Resmi Uji Coba Layanan di Singapura
Raditya Wibowo, Head of Transport Go-Jek Global mengungkapkan peluncuran aplikasi versi beta merupakan kesempatan bagi perusahaan untuk menyempurnakan layanan dan membangun fondasi yang kuat dalam melakukan ekspansi di Singapura. Selama fase beta awal yang sebelumnya dilakukan, Raditya mengaku para mitra pengemudi dan pengguna Gojek memberikan banyak masukan yang ditampung dan implementasikan untuk menyempurnakan layanan. “Saat ini kami juga mengundang para mitra pengemudi dan juga pengguna Go-Jek untuk terus memberikan masukan selama versi beta lanjutan ini untuk memastikan bahwa Go-Jek, tidak hanya memenuhi namun juga, melampaui harapan mereka," ujar Raditya.Baca Juga: Kompetisi Go-Jek vs Grab Berlanjut ke Arena Regional
Berikut adalah beberapa pengembangan pada aplikasi Go-Jek, baik untuk mitra pengemudi maupun pengguna, berdasarkan masukan yang mereka berikan pada saat fase beta awal. Untuk mitra pengemudi, Go-Jek menambahkan fitur “Pause” yang memungkinkan pengemudi untuk memasang mode “offline” dan menghentikan permintaan order baru sebelum mereka menyelesaikan trip yang sedang dijalankan. Ini menjawab permintaan atas masukan para mitra pengemudi untuk dapat beristirahat di sela trip. Gojek juga memperkenalkan Heatmap, yang menunjukkan area dengan permintaan pengguna yang tinggi, yang memungkinkan mitra pengemudi untuk mendapat lebih banyak konsumen dan menyelesaikan lebih banyak perjalanan. Sementara untuk pengguna, layanan ride-hailing asli Indonesia itu menyempurnakan sistem rute perjalanannya untuk memberikan rute yang lebih akurat dan cepat sehingga menyingkat waktu tunggu bagi pengguna.