Technologue.id, Jakarta – Pasca terjadinya bencana tsunami di Selat Sunda, Go-Jek langsung bergerak mengirimkan bantuan cepat tanggap tahap pertama untuk meringankan beban para warga yang terdampak bencana. Total bantuan yang sudah dipersiapkan untuk didistribusi di wilayah pesisir pantai Banten dan Lampung Selatan mencapai 24 ton.

Barang bantuan tersebut terdiri dari berbagai kebutuhan seperti tenda darurat, makanan instan, pakaian anak, popok, air bersih, hingga perlengkapan untuk memasak. Dalam pendistribusian bantuan tersebut, Go-Jek bekerja sama dengan para pihak dari Dinas Sosial dan aparat pemerintah terkait untuk memastikan bantuan sampai ke pihak yang membutuhkan.

Baca juga:

Kompetisi Go-Jek vs Grab Berlanjut ke Arena Regional

“Kami keluarga besar Go-Jek turut berduka pasca terjadinya bencana tsunami yang menimpa masyarakat di wilayah pesisir pantai Banten, termasuk yang parah dampaknya adalah di Pandeglang. Kami mengirimkan bantuan dalam periode tanggap darurat ini dengan harapan masyarakat yang terdampak bencana tsunami bisa terbantu dan semoga dapat kembali beraktivitas seperti sedia kala,” ujar Becquini Akbar, Strategic Region Head Go-Jek Jawa Barat dan Banten.

- Advertisement -

Go-Jek berharap dengan pemberian bantuan pada masa tanggap darurat tersebut bisa membantu masyarakat untuk segera pulih dan berangsur dapat beraktivitas secara normal.

Baca juga:

Usik Kemapanan Grab, Go-Jek Resmi Uji Coba Layanan di Singapura

Tak hanya mengirimkan bantuan, kepedulian Go-Jek terhadap masyarakat yang terdampak oleh tsunami di pesisir Banten dan pesisir Lampung Selatan juga ditujukan dengan pengumpulan donasi via online.

Bekerja sama dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dan Kitabisa.com, Go-Jek mengajak para penggunanya untuk berdonasi secara online. Para pengguna Go-Jek yang ingin berdonasi, kata Becquini, bisa meng-klik https://kitabisa.com/pedulitsunamibanten untuk menunjukkan kepedulian mereka.

Baca juga:

Saat Persaingan Go-Jek dan Grab Merambah ke Kuliner

“Semua donasi yang terkumpul akan dimanfaatkan oleh Baznas untuk penyediaan layanan darurat, dapur umum dan air bersih serta penyediaan layanan kesehatan,” tutup Becquini.