Technologue.id, Jakarta – Tak cuma pasar gelap di dunia nyata yang merugikan banyak orang, adanya black market di ranah digital juga tindakan kriminal yang tak kalah menyeramkan. Pasalnya, di sana, dijual di antaranya akun pribadi beserta detail milik warganet curian.

Pembajakan akun (hijacking) kini telah menjadi problem baru di internet. Mengutip blog resmi Google (09/11/17), survei tahun 2014 menyebut bahwa ada lebih dari 15 persen pengguna internet yang menjadi korban praktik pencurian akun email atau media sosial. Demi memperdalam fenomena ini, Google pun mengadakan studi ke black market bekerja sama dengan peneliti dari University of California.

Baca juga:

Aplikasi WhatsApp Palsu Beredar di Google Play Store, Korbannya Jutaan!

Dari risetnya itu, Google menemukan bahwa ada 25 ribu tool yang biasa dipakai untuk phising dan keylogging. Dari sana, terdapat lebih dari 3 miliar kredensial yang telah terekspos, dengan detail 3,3 miliar dicuri menggunakan aplikasi dari pihak ketiga, 12 jutaan diambil secara diam-diam lewat phising, dan 788 ribu lainya melalui keylogger.

Yang cukup mencengangkan, 12 persen dari kombinasi username dan password tersebut adalah akun Gmail. Mirisnya, 7 persen di antaranya adalah akun Gmail yang digunakan pula untuk login ke layanan atau situs lainnya, sehingga membuat mereka lebih rentan diretas daripada warganet lain.

Baca juga:

Google Pixel 2 Bermasalah, Samsung Lontarkan Sindiran Pedas!

Studi yang dilakukan dari bulan Maret 2016 sampai Maret 2017 ini menyimpulkan bahwa phising adalah ancaman terbesar dalam keamanan online saat ini. Modus operandi yang paling umum adalah dengan menggunakan tool phising dan keylogger untuk mengumpulkan IP address korban dan nomor ponsel mereka. Dari sini, mereka punbisa mengotentikasi penggunaan akun yang mereka curi.

Baca juga:

iPhone X Diramalkan Laris Manis, iPhone 8? Jangan Ditanya!

Sebagai langkah antisipasi, rutin mengganti password adalah cara yang harus Anda lakukan untuk mengamankan diri di dunia maya. Selain itu, jangan ragu untuk memaksimalkan pula fitur dari Google seperti two-factor authentication untuk menyulitkan peretas yang ingin menyalahgunakan akun Anda.