Technologue.id, Jakarta - Google membuat kebijakan baru terkait penggunaan kecerdasan buatan (AI) di lingkungan sekolah. Perusahaan teknologi tersebut menyatakan siswa jenjang TK hingga SMA (K-12) tidak bisa mengakses sejumlah layanan Google, termasuk Search, jika administrator sekolah tidak mengaktifkan fitur AI.
Kebijakan ini menjadi bagian dari pembaruan sistem pengelolaan layanan pendidikan Google. Perusahaan ingin memberikan kendali lebih besar kepada pihak sekolah dalam menentukan penggunaan AI oleh siswa.
Dalam pengumumannya, Chris Phillips, Vice President sekaligus General Manager Google for Education, mengatakan akses ke sejumlah produk seperti Gemini, Gemini Notebook, Gemini in Classroom, dan Google Search akan dinonaktifkan secara default untuk akun siswa K-12.
Layanan tersebut baru bisa digunakan setelah administrator sekolah memberikan izin secara eksplisit.
Google juga menegaskan bahwa sekolah tidak harus mengaktifkan seluruh layanan sekaligus. Administrator bisa menentukan produk mana yang boleh digunakan dan mana yang tetap dinonaktifkan.
Namun, ada konsekuensi yang cukup besar bagi sekolah yang memilih melarang layanan AI. Google menyebut Search dan teknologi AI telah terintegrasi cukup dalam sehingga pembatasan AI dapat berdampak pada akses siswa ke mesin pencarinya.
Artinya, jika sekolah tidak mengizinkan penggunaan perangkat AI, siswa juga berpotensi kehilangan akses ke Google Search dan hanya akan melihat pemberitahuan bahwa layanan tersebut tidak tersedia.
Kebijakan ini rencananya mulai diterapkan dalam beberapa bulan mendatang. Google juga akan membatalkan pengaturan otomatis fitur AI yang sebelumnya diberlakukan pada musim panas lalu.
Pada Agustus, Google sempat mengaktifkan sejumlah fitur AI secara otomatis di platform Classroom. Kebijakan tersebut menuai kritik dari para pendidik yang menilai sekolah seharusnya memiliki kendali lebih besar terhadap penggunaan AI dalam kegiatan belajar mengajar.
Di sisi lain, sejumlah wilayah mulai membatasi penggunaan AI generatif di sekolah. Kota New York, misalnya, memberlakukan moratorium selama satu tahun terhadap penggunaan perangkat AI generatif di sekolah negeri untuk siswa hingga kelas delapan.
Sistem sekolah negeri Los Angeles juga menerapkan pembatasan serupa. Sementara itu, Gubernur New York Kathy Hochul menandatangani undang-undang yang membatasi perusahaan AI dalam menawarkan fitur chatbot tertentu kepada anak di bawah umur.