Contact Information

Alamat: Komplek Rumah Susun Petamburan Blok 1 Lantai Dasar, Tanah Abang - Jakpus 10260

We're Available 24/ 7. Call Now.
Google Luncurkan Tool Baru untuk Menghapus Gambar Sensitif dari Hasil Pencarian
SHARE:

Technologue.id, Jakarta - Internet dipenuhi pelanggaran privasi yang serius, termasuk penyebaran gambar eksplisit tanpa persetujuan. Meski tidak banyak membantu dalam pencegahan, tool baru dari Google setidaknya memberi pengguna cara yang lebih cepat untuk menghapus media semacam ini dari hasil Penelusuran.

Kini, pengguna dapat memilih gambar tertentu dan langsung meminta penghapusannya. Caranya cukup klik ikon tiga titik yang muncul pada gambar, lalu pilih “hapus hasil” dan opsi “Gambar tersebut menampilkan gambar seksual saya.”

Opsi lain mencakup gambar yang menampilkan seseorang di bawah usia 18 tahun atau yang berisi informasi pribadi. Jika memilih opsi pertama, pengguna juga akan diminta menyatakan apakah gambar tersebut asli atau hasil deepfake. Google juga menyediakan opsi untuk mengirimkan beberapa foto sekaligus.

Google menyatakan bahwa setelah permintaan dikirimkan, pengguna akan segera melihat tautan ke organisasi pendukung emosional dan hukum. Selain itu, pengguna dapat mengaktifkan perlindungan yang menyaring hasil serupa di Penelusuran, meskipun gambar yang belum dilaporkan masih dapat diakses oleh pengguna lain. Fitur ini akan tersedia di sebagian besar negara dalam beberapa hari mendatang.

Pengguna juga dapat mengunjungi pusat “Hasil tentang Anda” Google untuk melacak permintaan penghapusan. Untuk menggunakan alat ini, pengguna harus menambahkan informasi kontak pribadi serta nomor identitas pemerintah. Sebelumnya, pusat ini hanya melacak kemunculan data pribadi di Penelusuran, tetapi kini juga akan memantau nomor jaminan sosial, SIM, dan informasi paspor. Google akan memberi tahu pengguna jika data tersebut muncul dan menyediakan opsi untuk menghapusnya.

Pembaruan “Hasil tentang Anda” akan mulai diluncurkan kepada pengguna di Amerika Serikat dalam beberapa hari mendatang. Perlu dicatat, pembaruan ini hadir bersamaan dengan penutupan laporan dark web Google. Laporan tersebut sebelumnya memberi tahu pengguna jika nama, nomor telepon, atau alamat email mereka muncul di internet akibat pelanggaran data. Namun, Google menilai laporan itu tidak cukup membantu pengguna mengambil langkah perbaikan, sehingga fitur baru ini diharapkan dapat memberikan solusi yang lebih praktis.

SHARE:

BCA Kenalkan Fitur Poket Rupiah untuk Bantu Gen Z Kelola Gaji

Resmi Gandeng Erajaya Digital, Aksesori Premium Belkin Kini Tersedia di iBox