Technologue.id, Jakarta – Google terendus akan mempenetrasi Tiongkok lagi. Namun, kedatangan Google untuk kedua kalinya ini mungkin tak bakal mudah. Pasalnya, raksasa search engine tersebut harus mematuhi aturan yang diminta oleh pemerintah China untuk memperketat hasil pencariannya.

Tak kehabisan akal, Google dilaporkan tengah membuat mesin pencarian yang dibangun untuk memenuhi kemauan pemerintah Tiongkok. Melansir BusinessInsider.com (08/08/2018), mantan kompetitor Yahoo itu akan memanfaatkan sampel search query dari startup yang pernah Google beli 2008 lalu, 265.com.

Baca juga:

Jika Berani Kembali ke Tiongkok, Baidu Bakal “Tendang” Google

Search query sendiri merupakan pertanyaan yang dimasukkan netizen ke suatu mesin pencarian selama mereka mencari informasi yang dibutuhkan. Perbedaannya dengan keyword ada pada kompleksitasnya; keyword alias kata kunci umumnya berisi kata-kata yang lebih sederhana dan kurang berarti dibandingkan search query.

Baca juga:

Gandeng Xiaomi, Google Hadirkan ARCore di Tiongkok

Rumor upaya Google masuk ke China lagi menyeruak setelah TheIntercept.com mengumbar dokumen berisi proyek pencarian bersensor rahasia. Di dokumen tersebut, Dragonfly disebut bakal banyak bergantung ke 265.com sebagai basis search engine idaman pemerintah Negeri Tirai Bambu ini.

265.com didirikan oleh Cai Wensheng, pengusaha web ternama di China, tahun 2003. Situs ini dikenal luas di kalangan netizen Tiongkok sebagai penyedia daftar website terpopuler di laman utamanya.

Baca juga:

Baidu Produksi Mini-Bus Autopilot, Bisa Nyetir Sendiri?

Kehadiran 265.com menginspirasi raksasa search engine asli Tiongkok, Baidu. Mereka meluncurkan tandingannya dengan alamat Hao123.com. Baidu sebelumnya juga menyatakan tak takut berkompetisi dengan Google andaikata mereka benar-benar kembali ke China.