Technologue.id, Jakarta – Saat ini segala informasi bisa didapat dengan mengakses internet, hal ini membuat internet menjadi sumber yang begitu penting dalam kehidupan termasuk anak-anak. Sayangnya, kemudahan akses internet dimanfaatkan oleh penjahat siber untuk menjadikan anak-anak sebagai target sasaran.

Dalam upaya menghindari serangan siber tersebut, diperlukan langkah tepat untuk memastikan anak terlindungi dari kejahatan siber. Vice President Information Security, Fortinet, Renee Tarun dalam keterangan tertulis yang diterima Technologue.id memberikan tips untuk menjaga anak dari kejahat siber.

Baca Juga:
10 Tips Jaga Privasi Online

1. Ajari Anak Kenali Perangkat dan Aplikasi yang Digunakan
Memang benar perangkat berbasis internet ini menawarkan banyak peluang untuk bantu perkembangan anak, namun orangtua perlu ingat kalau hal ini juga menempatkan anak dalam risiko diserang oleh penjahat siber. Oleh karena itu, sangat penting bagi orangtua untuk membuat mereka mengenali dan memahami perangkat serta aplikasi yang digunakan. Dengan begitu, anak bisa mengetahui jika ada hal-hal yang mencurigakan di perangkat atau aplikasi secara online.

2. Jelaskan Anak Jika Privasi Online Sangat Penting
Setelah mengajari mereka untuk pahami dan kenali perangkat serta aplikasi secara baik, saatnya jelaskan tentang betapa pentingnya privasi mereka di online. Buatlah anak paham kalau profil digital mereka dan informasi keluarga harus dijaga sebaik mungkin. Banyak kegiatan online yang meminta data pribadi seperti ketika akan mendaftar sebuah aplikasi, anak-anak harus tahu apa dan kapan informasi tersebut bisa diberikan. Terutama untuk anak yang sudah dewasa, ingatkan mereka untuk sangat berhati-hati dalam memberikan akun perbankan atau mengunggah informasi pribadi. Gunakan data pribadi seminim mungkin.

3. Jika Perlu, Buatlah Pedoman Ketika Online
Orangtua tidak dapat mengontrol apa yang anak-anak lakukan di internet secara terus-menerus. namun, menetapkan seperangkat aturan untuk diikuti ketika online akan membantu melindungi mereka. Seperti membuat daftar situs website yang harus mereka hindari, bisa mereka akses, hingga ciri-ciri kejahatan siber yang harus hindari. Kemajuan teknologi saat ini sudah bisa mengatur perangkat untuk menentukan bagaimana anak bisa mengakses internet secara aman, itu bisa dimanfaatkan. Pedoman ini juga dapat dibuat untuk anak saat ber-media sosial. Orangtua bisa tuliskan informasi pribadi atau keluarga apa yang boleh diunggah oleh mereka.

4. Terapkan Keamanan Tambahan
Penjahat siber selalu memiliki cara untuk dapat menyerang target mereka. Dengan membuat anak paham dan mengerti tentang perangkat mereka serta dunia online, hal tersebut tentu meminimalisirnya terkena serangan siber. Namun, tidak ada jaminan secara 100% mereka sudah aman. Orangtua perlu juga mempelajari fitur keamanan yang terdapat di setiap situs serta aplikasi yang diakses oleh anak, dan menerapkan lapisan keamanan tambahan ke perangkat mereka. Hal ini akan membuat penjahat siber lebih sulit untuk menyerang.

5. Bentuk Pertahanan Terhadap Ancaman Siber
Orang-orang yang berada di online, perangkat pribadi meraka, dan akun online-nya telah menjadi target utama bagi penjahat siber yang bertujuan mencuri informasi pribadi. Karena alasan ini, sangat penting bagi orangtua untuk memastikan perangkat mereka sendiri, dan perangkat anak mereka, aman. Juga, anak mereka memahami sepenuhnya perangkat dan aplikasi yang digunakan. Ini adalah pertahanan pertama.

Selanjutnya, untuk akun online, pertahanan untuk keamanan dimulai dengan menggunakan kata sandi yang kuat. Hindari penggunaan frasa umum atau informasi yang mudah ditebak seperti tanggal lahir. Sangat dianjurkan untuk mengganti kata sandi secara berkala untuk setiap akun.

Kemudian aktifkanlah Multi-Factor Authentication (MFA) agar akun anak semakin aman. MFA bekerja dengan cara menambahkan langkah ekstra ke proses login untuk memverifikasi identitas. Bentuk MFA biasanya berupa kode unik yang dikirim ke email atau pesan singkat melalu nomor yang didaftarkan di awal. Login dapat berhasil hanya jika kode tersebut sudah dimasukkan. MFA sangat penting terutama untuk akun perbankan.

Jika bicara soal perangkat, ancaman signifikan dapat berasal dari jaringan yang terhubung dengan anak. Jaringan yang dimaksud contohnya adalah Wi-Fi publik yang saat ini dapat sangat mudah untuk ditemui dan diakses. Wi-Fi publik sering digunakan oleh penjahat siber sebagai jembatan untuk mendapat akses ke perangkat yang terhubung dengannya. Pastikan ketika anak atau keluarga Anda ingin menggunakan Wi-Fi publik seperti di restauran, perhatikan dan konfirmasi kembali nama jaringan dengan menanyakannya kepada staff.

6. Monitor Kegiatan
Hal ini penting dilakukan apalagi jika telah melihat tanda-tanda serangan siber di perangkat anak. Letakanlah perangkat seperti komputer di tempat yang mudah untuk dipantau atau temani mereka ketika sedang online dengan perangkat lainnya.

Baca Juga:
Kisah Akun Instagram Dibajak, Minta Transfer Uang

Bagi orangtua yang telah memiliki anak dewasa, pantaulah kegiatan belanja online mereka. Pastikan mereka belanja dari situs yang aman. Pasalnya, penelitian ancaman terbaru dari FortiGuard Labs menunjukkan bahwa platform e-commerce telah mengalami peningkatan serangan, juga peningkatan penipuan skimming kartu untuk mencuri data keuangan.

Ke-6 tips tersebut bisa diterapkan keamanan siber anak ketika menggunakan perangkatnya untuk terhubung dengan jaringan internet. Ingatlah, penjahat siber akan terus meningkatkan strategi mereka untuk menyerang siapa saja, sehingga sangat penting bagi Anda dan keluarga menyadari tentang keamanan siber.