Technologue.id, Jakarta – Smartphone berlayar lipat tampaknya mulai diterima oleh pasar dengan baik. Hal ini dirasakan oleh vendor smartphone yang sudah mulai memproduksinya, yakni Samsung dan Huawei.

Mengutip dari TheVerge (10/01/20), Huawei mengatakan bahwa pihaknya berhasil menjual setidaknya 100.000 unit Mate X sejak diluncurkan di Tiongkok pada November 2019 lalu. Padahal, smartphone itu sendiri baru dijual di negara asalnya dan harganya pun cukup fantastis, yakni sekitar US$ 2.400.

Baca Juga:
Spesifikasi Samsung Galaxy Fold 2 Tak Istimewa?

Di sisi lain, pesaingnya, Samsung Galaxy Fold berhasil terjual sebanyak 400.000-500.000 unit sejak diluncurkan pada bulan September 2019 lalu. Hal itu diungkapkan oleh Samsung menjelang ajang CES 2020.

Huawei dan Samsung sendiri merupakan dua raksasa gadget yang membawa tren smartphone lipat ke pasar pada tahun 2019 lalu. Hal itu terlihat dari keseriusan mereka untuk bisa menampilkan purwarupa dari Galaxy Fold dan Mate X pada ajang CES 2019.

Baca Juga:
Penjualan Pertama Huawei Mate X 5G Ludes dalam Sekejap

Pengembangan smartphone dengan layar lipat sendiri cukup pelik. Pasalnya, Samsung sempat harus kembali menarik unit Galaxy Fold yang sudah terjual lantaran layarnya sempat bermasalah. Di sisi lain, Huawei harus menunda waktu peluncuran Mate X dari Juli ke November 2019 untuk mematangkan produknya.

Setelah smartphone, bukan tidak mungkin tren layar lipat akan berlanjut ke perangkat lainnya. Pada gelaran tahunan CES 2020, Lenovo sudah sempat memamerkan sebuah laptop dengan layar lipat, yakni ThinkPad X1 Fold.