Technologue.id, Jakarta - Perusahaan keamanan identitas global SailPoint, Inc. merilis laporan terbarunya bertajuk Horizons of Identity Security 2025–2026, yang menegaskan bahwa identity security kini telah berkembang menjadi elemen strategis utama bagi perusahaan modern.

Jika sebelumnya identitas hanya berfungsi sebagai kontrol operasional di belakang layar, kini perannya telah berevolusi menjadi platform penting yang mendorong efisiensi, kelincahan bisnis, serta pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI) secara aman.

Menurut laporan tersebut, identity security tidak hanya membantu perusahaan menekan biaya dan mengurangi risiko, tetapi juga membuka peluang pertumbuhan baru. Bahkan, organisasi yang menjadikan identitas sebagai prioritas strategis memiliki peluang 40% lebih tinggi untuk memaksimalkan nilai bisnis dari investasi keamanan mereka.

Eric Kong, GVP, ASEAN, SailPoint menjelaskan bahwa ada lima Horizons of Identity Security, yang mengindikasikan mulai dari angka satu yang paling tidak matang hingga lima yang paling matang. Cara mereka menilai kematangan, berdasarkan empat faktor.

"Pertama adalah strategi, kedua adalah model operasi, ketersediaan talenta, dan terakhir, tool dan teknologi," ujar Eric dalam acara media briefing di Jakarta, Selasa (5/5/2026).

Riset Horizons yang telah berlangsung selama empat tahun menunjukkan peningkatan signifikan dalam tingkat kematangan pengelolaan identitas. Perjalanan ini dimulai dari pengelolaan manual Identity and Access Management (IAM), berkembang ke otomatisasi, kemudian ke pengelolaan identitas mesin, hingga kini mencakup tata kelola agen AI dan konsep adaptive trust.

Jenis identitas yang dikelola pun semakin kompleks. Jika pada 2022 didominasi oleh pengguna manusia dan kontraktor, maka pada 2024 identitas mesin mulai meningkat, dan kini agen AI menjadi komponen penting yang harus dikelola secara aman.

Dari sisi bisnis, hasilnya cukup mencolok. IAM secara konsisten memberikan pengembalian investasi (ROI) hingga dua kali lipat dibandingkan domain keamanan lainnya. Bahkan, perusahaan yang mengoptimalkan strategi identitas dapat mencapai ROI hingga 10 kali lipat.

Meski potensinya besar, laporan tersebut mencatat bahwa sebagian besar organisasi masih berada pada tahap awal transformasi. Sebanyak 63% perusahaan masih berada di Horizons 1–2 dan bergantung pada proses manual. Sementara itu, hanya sekitar 10% yang telah mencapai tingkat kematangan tinggi (Horizons 4–5), di mana identitas berperan sebagai pendorong pertumbuhan bisnis.

Menariknya, untuk pertama kalinya laporan ini juga menemukan adanya organisasi yang mengalami penurunan tingkat kematangan. Hal ini disebabkan oleh meningkatnya standar, termasuk kebutuhan akan keamanan agen AI, model data identitas yang lebih kuat, serta kontrol akses berbasis just-in-time.

"Namun yang kami amati adalah bahwa seiring waktu, bahkan dalam dua tahun terakhir, semakin banyak organisasi yang memodernisasi platform identity mereka ke Horizon 2 dan Horizon 3. Oleh karena itu, Anda melihat peningkatan Horizon 2, Horizon 3, dan penurunan," tuturnya.

Organisasi yang lebih matang menunjukkan keunggulan dalam adopsi teknologi. Mereka mampu mengimplementasikan kontrol identitas berbasis AI hingga empat kali lebih cepat, termasuk solusi seperti identity threat detection and response (ITDR), adaptive authentication, serta tata kelola agen AI dan bot.

Selain itu, mereka juga 4–8 kali lebih mungkin mengintegrasikan data identitas secara otomatis, menyatukan data yang terfragmentasi, serta menerapkan lifecycle workflow yang meningkatkan produktivitas secara signifikan.