Technologue.id, Jakarta – Indosat Ooredoo membukukan pendapatan selular secara keseluruhan sebesar Rp10 triliun, tumbuh 15,2% dibanding periode yang sama tahun lalu. Sementara pendapatan data tumbuh sebesar 22,8% pada semester I tahun ini, sebagai hasil dari pertumbuhan trafik data sebesar 68,7%.

Sementara itu, total pendapatan pada semester I 2019 mencapai Rp.12,3 triliun, tumbuh sebesar 11,1% dibanding periode serupa tahun lalu, sehingga menghasilkan pertumbuhan EBITDA sebesar 26,6% menjadi sebesar Rp4,4tn pada semester I 2019, dengan marjin EBITDA mencapai 36,1%.

Baca Juga:
Indosat Ooredoo Perkenalkan CEO Baru

Direktur Utama dan CEO Indosat Ooredoo, Ahmad Abdulaziz A. A. Al-Neama, mengatakan laporan kinerja perusahaan yang disampaikan hari ini menunjukkan bahwa pihaknya mampu mengeksekusi dengan baik strategi dan membuat kemajuan yang baik dalam upaya peningkatan jaringan.

“Ke depan, prioritas saya adalah mempercepat peningkatan jaringan 4G, memperkuat penawaran kami dan memperluas jangkauan jaringan kami sehingga lebih banyak orang dapat menikmati dunia digital,” ujar Ahmad dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi Technologue.id, Selasa (6/8/2019).

Indosat Ooredoo mencatat belanja modal sebesar Rp5,4 triliun untuk periode semester I 2019, meningkat sebesar 101,2% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, Pencapaian ini dinilai menegaskan penggelaran jaringan 4G yang intensif.

Basis pelanggan perusahaan telekomunikasi ini tercatat sebanyak 56,7 juta, meningkat sebesar 6,4% dibandingkan triwulan I 2019, karena peningkatan kualitas layanan jaringan serta penawaran produk yang inovatif serta menarik.

Baca Juga:
Garuda Indonesia – Indosat Ooredoo Hadirkan Gelang Pelacak Jemaah Haji

Rencana tiga tahun perusahaan dalam memperluas jaringan 4G dan meningkatkan pengalaman pelanggan, menurutnya sudah dilaksanakan secara konsisten. Saat ini Perusahaan mengoperasikan total sebanyak hampir 25rb BTS 4G di 475 kota dengan cakupan populasi mencapai 82.9%.

Perusahaan juga telah berhasil menerbitkan Obligasi Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) III tahap kedua pada tanggal 23 Juli 2019, obligasi Perusahaan menerima kelebihan permintaan sebanyak 1,7x atau senilai Rp3,38 triliun yang terdiri dari obligasi sebesar Rp2,59 triliun dan sukuk sebesar Rp794 miliar.

“Pencapaian ini mencerminkan dukungan dan kepercayaan yang kuat dari pasar sehingga mendorong Perusahaan untuk terus meningkatkan pelayanan serta membangun jaringan yang terbaik untuk melayani pelanggan,” imbuh dia.

Layanan Selular, MIDI, dan Telekomunikasi Tetap Indosat Ooredoo masing-masing memberikan kontribusi sebesar 81%, 16%, dan 3% terhadap pendapatan usaha konsolidasian yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2019.

Rata-rata pendapatan bulanan per pelanggan (ARPU) untuk pelanggan selular pada semester I 2019 adalah sebesar Rp27,9 ribu, atau naik sebesar Rp13,6 ribu dibanding semester I 2018. Sedangkan rata-rata menit pemakaian (MOU) per pelanggan naik menjadi 35,5 menit atau naik 10,1% dibandingkan semester I 2018, sebagai akibat penurunan basis pelanggan dimana penurunan layanan suara terus berlanjut.

Kinerja perusahaan semester ini juga didukung oleh berbagai kegiatan pemasaran, antara lain peluncuran paket New Freedom, sebuah paket layanan data yang menarik dengan kuota telpon ke seluruh operator. Sementara untuk pelanggan korporasi, sebagai sebuah komitmen dalam menjadi penyedia solusi end-to-end pilihan utama korporasi, Indosat Ooredoo Business meluncurkan Managed SD-WAN.

SD-WAN merupakan aplikasi khusus dari teknologi software-defined networking (SDN), yang diterapkan dalam koneksi WAN (wide area network), bertujuan menghubungkan jaringan perusahaan termasuk cabang-cabang dan data center yang memiliki wilayah geografi yang luas.