Baca juga:
Rayakan HUT ke-51, Indosat Ooredoo Hadirkan Paket Internet Spesial Cuma Rp51
[caption id="attachment_42948" align="alignnone" width="706"]
Use case teknologi 3D-Augmented Reality (Choiru Rizkia / Technologue.id)[/caption]
Adapun experience yang bisa dinikmati selama dua hari ini antara lain 5G test bed, 3D-Augmented Reality, NB-IoT, dan connected drone.
Indosat Ooredoo melakukan uji coba pengalaman 5G yang inovatif yang pertama di Indonesia melalui 3D-Augmented Reality (3D-AR). Operator telco yang baru menginjak usia 51 tahun ini menjadi yang pertama di Indonesia melakukan demo 3D-AR Collaboration tersebut.
Augmented Reality memiliki potensi yang sesuai untuk kasus penggunaan pada perusahaan serta pengaplikasiannya pada konsumen. Contoh industri yang akan mendapat manfaat dari Augmented Reality termasuk industri jasa yang menyediakan bantuan jarak jauh, perawatan kesehatan, pendidikan dan ritel.
Baca juga:
Dongkrak Pertumbuhan Pendapatan, Indosat Ooredoo Incar Infrastruktur Publik
Kecepatan 5G test bed mencapai ~10Gbps per UE (User Equipment) dari total 20Gbps, yang berarti jauh lebih cepat daripada LTE. 5G test bed juga memiliki beam tracking sebagai salah satu kemampuan unggulan 5G yang memungkinkan kapasitas serta kinerja yang lebih tinggi. Selain itu, teknologi ini juga memungkinkan streaming video 4K ke UE melalui radio 5G. Selain menampilkan 5G test bed dan 3D-AR, baik Indosat Ooredoo maupun Ericsson juga menghadirkan demo lain, seperti; 5G deployment considerations dan connected drones yang dapat diuji coba dari jarak yang lebih jauh atau dengan jalur penerbangan yang telah ditentukan sebelumnya. Untuk melakukan itu, diperlukan konektivitas 5G nirkabel berlatensi rendah yang andal. Pada demo ini, drone nano terbang di atas model 3D-kota. Ada juga LAA, yang merupakan solusi untuk hotspot berkapasitas tinggi (misalnya di bandara, stadion, pusat perbelanjaan), yang menggunakan spektrum unlicense untuk meningkatkan kecepatan/kapasitas tambahan untuk LTE dan kemungkinan koeksistensi dengan WiFi. Yang terakhir di demo adalah NB-IoT yang akan dipakai untuk berbagai kasus penggunaan oleh Indosat Ooredoo.Baca juga:
Dengan menggelar uji coba use case 5G ini, Arief menyebut industri telekomunikasi ini suatu saat akan menghadapi perkembangan teknologi yang selalu mengalami perkembangan. Dimulai dari 2G, 3G, 4G, dan mendatang 5G. "Kami masih roll out 4G, tapi sekarang sudah mulai trial 5G. Future of telco business yang didorong oleh teknologi, mau tidak mau Indosat Ooredoo harus menjadi utama melakukan ini," tuturnya. Ismail, Dirjen SDPPI Kominfo, menjelaskan bahwa penerapan 5G memang agak berbeda dengan roadmap teknologi sebelumnya. "5G berbeda. Ada isu IoT (Internet of Things) yang masuk bersamaan critical mission berbagai macam yang butuh low latency. Misalnya mobil tanpa supir. Jadi tidak semata-mata bersinggungan dengan user experience," ucap Ismail.