Jakarta – XLSmart resmi memenangkan lelang frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz yang digelar pemerintah. Kemenangan ini menjadi modal besar bagi operator untuk memperluas jangkauan jaringan dan meningkatkan kualitas layanan telekomunikasi di Indonesia.

Head of External Communications XLSmart Henry Wijayanto mengungkapkan strategi perusahaan usai memenangkan lelang tersebut. Tambahan spektrum akan dimanfaatkan untuk memperkuat kapasitas jaringan 4G dan 5G.

"Tambahan spektrum 700 MHz dan 2,6 GHz tersebut akan dimanfaatkan untuk mendukung perluasan cakupan (coverage) dan juga memperkuat kapasitas jaringan, baik 4G maupun 5G," kata Henry kepada Katadata.co.id, Rabu (15/7).

Menurut Henry, tambahan spektrum ini menjadi modal penting bagi perusahaan. Ke depannya, XLSmart dapat menghadirkan layanan telekomunikasi yang lebih berkualitas.

"Pada akhirnya masyarakat yang terlayani dengan ketersediaan jaringan yang berkualitas akan semakin luas, termasuk di wilayah-wilayah yang selama ini belum terjangkau," ujarnya.

Dalam seleksi pita frekuensi 700 MHz, XLSmart menempati peringkat pertama. Perusahaan menawarkan Rp 35,34 miliar per MHz untuk alokasi 30 MHz (2x15 MHz) atau senilai total Rp 1,06 triliun.

Telkomsel berada di posisi kedua dengan penawaran Rp 32,125 miliar per MHz. Operator pelat merah itu mendapat alokasi 20 MHz (2x10 MHz) senilai Rp 642,5 miliar.

Indosat menempati peringkat ketiga dengan penawaran Rp 25,374 miliar per MHz. Perusahaan itu memperoleh alokasi 20 MHz (2x10 MHz) atau sebesar Rp 507,48 miliar.

Pada pita frekuensi 2,6 GHz, Telkomsel menjadi peserta dengan penawaran tertinggi. Operator itu memperoleh alokasi 80 MHz senilai Rp 545,84 miliar.

Indosat memperoleh alokasi 60 MHz senilai Rp 372 miliar. Sementara itu, XLSmart mendapatkan alokasi 50 MHz senilai Rp 231,6 miliar.

Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menyatakan masa sanggah telah berakhir tanpa adanya keberatan. Proses seleksi kini memasuki tahap akhir.

Tahapan berikutnya adalah penyusunan berita acara hasil seleksi. Menteri Komunikasi dan Digital akan menetapkan pemenang lelang sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

"Proses seleksi ini merupakan komitmen Pemerintah dalam mengoptimalkan pemanfaatan spektrum frekuensi radio guna mendorong peningkatan kualitas layanan telekomunikasi seluler," tulis Kementerian Komdigi.

Setelah keputusan diterbitkan, Telkomsel, XLSmart, dan Indosat dapat melanjutkan proses perizinan. Ketiga operator juga wajib menghadirkan layanan 4G di 538 desa atau kelurahan yang telah ditetapkan pemerintah.

Selain itu, mereka harus memperluas cakupan layanan 5G. Targetnya, jaringan 5G harus menjangkau sedikitnya 51 persen populasi Indonesia dalam lima tahun.

Sebelum lelang, total spektrum layanan mobile broadband mencapai 452 MHz. Setelah penambahan spektrum baru, total spektrum seluler nasional meningkat menjadi 712 MHz.

Komposisi spektrum masing-masing operator kini berubah signifikan. Telkomsel menguasai 265 MHz, XLSmart 232 MHz, dan Indosat 215 MHz.

Dengan tambahan tersebut, Telkomsel menguasai sekitar 37,2 persen dari total spektrum seluler nasional. XLSmart menguasai 32,6 persen dan Indosat 30,2 persen.

XLSmart optimistis dapat memanfaatkan spektrum baru ini secara maksimal. Perusahaan berkomitmen mendukung percepatan transformasi digital di seluruh pelosok tanah air.

Langkah ini juga sejalan dengan upaya XLSmart memperkuat ekosistem talenta digital dan meningkatkan kualitas layanan bagi pelanggan setianya.